RADAR PALU – Rasa aman di sekolah kini menjadi harapan besar bagi para orang tua dan siswa di Kota Palu. Melalui program Sekolah Ramah Anak, Pemerintah Kota Palu berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang tidak hanya mendidik, tetapi juga melindungi hak-hak anak sejak dini.
Program ini berada di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu. Fokus utamanya adalah memastikan setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan berinteraksi di sekolah tanpa rasa takut, diskriminasi, maupun ancaman kekerasan.
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Palu, Ria Sugirto, menjelaskan bahwa Sekolah Ramah Anak menjadi salah satu program prioritas yang terus diperluas jangkauannya. DP3A secara aktif menggandeng sekolah-sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Palu.
“Pada tahun 2025 kemarin, ada sekitar 200 sekolah yang kami rekomendasikan. Mulai dari PAUD, SD, hingga SMA,” ungkap Ria.
Dari ratusan sekolah tersebut, DP3A juga menyiapkan sekolah percontohan sebagai model penerapan Sekolah Ramah Anak. Salah satunya adalah SDN 15 Palu yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai sekolah standar.
“Ada beberapa sekolah, salah satunya SDN 15 Palu, yang dijadikan sekolah standarisasi,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, DP3A menetapkan tiga indikator utama agar sebuah sekolah dapat disebut ramah anak. Sekolah tersebut harus menerapkan sistem inklusi, memiliki kantin sehat, serta berstatus sekolah adiwiyata yang peduli lingkungan.
Tak hanya itu, aspek keamanan juga menjadi perhatian serius. “Semua sarana dan prasarana di sekolah harus dipastikan tidak membahayakan anak,” tambah Ria.
Ke depan, DP3A menargetkan seluruh sekolah di Kota Palu dapat menerapkan prinsip Sekolah Ramah Anak secara menyeluruh. Harapannya, setiap anak bisa belajar dengan nyaman, merasa dihargai, dan terlindungi di lingkungan sekolah.
“Harapan kami, semua sekolah di Kota Palu benar-benar menjadi sekolah yang ramah anak,” pungkasnya.***
Editor : Muhammad Awaludin