RADAR PALU – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu kembali membuat gebrakan di dunia pendidikan Islam.
Madrasah ini resmi meluncurkan "Rumah Khatib", sebuah wadah sistematis untuk mencetak kader mubalig muda.
Program yang launching tepat pada Hari Santri Nasional, 25 Oktober 2025 lalu ini, diklaim sebagai satu-satunya yang memiliki kurikulum pembinaan rutin, bukan sekadar insidental.
Program ini lahir dari keresahan pihak sekolah yang melihat adanya ketimpangan antara jumlah masjid di Kota Palu yang mencapai 700 unit dengan ketersediaan mubalig, terutama saat salat Jumat. Hal ini disampaikan Kepala Madrasah (Kamad) Taufiq, Selasa (23/12/2025).
“Ini kan tidak sebanding dengan ketersediaan mubalig. Itu artinya Kota Palu membutuhkan mubalig-mubalig,” jelas Kamad Taufiq.
Menurutnya, Rumah Khatib bukan sekadar branding. Di dalamnya, siswa digembleng secara rutin oleh pemateri yang ahli di bidangnya. Menariknya, penekanan utama bukan pada teknik retorika semata, melainkan integritas moral.
"Yang lebih penting yang kami jaga disini akhlaknya dulu, nomor dua dulu ilmu yang dia mau sampaikan. Jangan sampai setelah dia menyampaikan khutbah, lain perilakunya!" tegasnya.
Kini, buah manis program tersebut mulai dirasakan. Beberapa pengurus masjid di Kota Palu, termasuk masjid di sekitar jalan Sisingamaraja (Sigma), mulai memesan siswa MAN 2 untuk mengisi mimbar Ramadan dan khutbah Jumat.
"Masyarakat berpikir di sini mesinnya. Mesin produksi khatib di sini," imbuhnya.(cr1)
Editor : Talib