RADAR PALU – PKBM An-Nahl dari Yayasan Tinta Emas Peradaban merayakan keberhasilan pembelajaran siswa melalui Pentas Seni “An-Nahl Days” bertema kebudayaan di Aula SMKN 3 Palu, Sabtu (21/12/2025).
Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan siswa, mulai dari dua siswa yang bertugas sebagai Master of Ceremony (MC), penampilan seni, hingga pameran karya hasil pembelajaran.
Kegiatan ini merupakan agenda semesteran yang telah dilaksanakan sejak PKBM An-Nahl berdiri pada 2020 hingga 2025 atau setara dengan sepuluh kali pementasan seni. “Jadi, sepanjang satu semester anak-anak berkarya, toh.
Jadi, karyanya itu kita bikinkan satu event,” ujar pemilik Yayasan Tinta Emas Peradaban, Muhammad Rahmani.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menunjukkan hasil nyata pembelajaran kepada orang tua siswa.
“Sekolah ini kan memang sekolah non formal, jadi paling tidak hal-hal yang kayak beginilah kita kasih lihat ke orang tua bahwa ada output yang nyata mereka lihat dari kegiatan sekolah sepanjang semester,” lanjutnya.
Selain menampilkan capaian akademik dan kreativitas siswa, An-Nahl Days juga dirancang untuk menambah wawasan orang tua murid.
Pada kesempatan itu, PKBM An-Nahl menghadirkan satu pakar Akuntan dan satu pakar Filosofi Keuangan Keluarga dalam Islam untuk membahas Ekonomi Keuangan Keluarga.
“Kalau orang tuanya kami kasih insight setiap periode. Kadang kami undang psikolog. Kita bikin refleksi. Semester kemarin kita sempat undang orang kesehatan.
Semester ini, kita undang yang pakarnya literasi keuangan,” tambah Rahmani.
Sejak memasuki Aula SMKN 3 Palu, pengunjung disambut ruangan khusus pameran di sisi kiri.
Berbagai karya siswa dipajang, mulai dari kaligrafi, buku karya anak-anak berisi perjuangan tiga pahlawan dalam menyebarkan agama Islam, pahlawan Islam sejati, lapbook identitas, mini book pahlawan kemerdekaan, hingga materi qodho dan qodar.
Selain itu, ditampilkan pula karya fotografi, audio visual proses pembelajaran, miniatur kota, diorama sejarah perjalanan Rasulullah Saw., serta diorama flora dan fauna.
Di atas panggung, siswa menampilkan beragam pertunjukan seni. Sepuluh siswi kelas Meteor, Awan, dan Bintang membawakan lagu Ampar-Ampar Pisang dan Rasa Sayang-Sayange.
Lima siswa dari kelas Bumi dan Bulan menampilkan puisi berbahasa Kaili yang dibawakan siswi kelas Bumi.
Panggung wayang karakter ditampilkan oleh kelas Meteor, storytelling sejarah penyebaran Islam di tanah Kaili oleh kelas Bulan, serta monolog yang dibawakan tiga siswi kelas Matahari.
Menurut Fitriningsih, istri Rahmani sekaligus Pengelola PKBM An-Nahl, kegiatan ini menjadi wadah belajar bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan.
“Karena kan kalau kita bicara elemen pendidikan, bukan hanya bicara soal siswa dan belajar-pembelajaran, tapi kompleks kan,” ujarnya.
Ia menambahkan, An-Nahl Days diharapkan dapat menyatukan visi seluruh elemen pendidikan.
“Maka paling tidak, orang-orang yang terlibat dalam proses pendidikan ini punya visilah. Punya kesamaan tujuan dan dalam mencapai tujuan itu pasti banyak ilmu yang dibutuhkan. Nah, salah satu ruang belajarnya itu di An-Nahl Days,” jelas Fitri.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa An-Nahl Days tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, pembagian rapor, atau evaluasi akhir.
Evaluasi pembelajaran siswa, kata dia, selalu dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. (cr1)
Editor : Talib