Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Ketua STIFA Profesor Joni Tandi: Resmi Sandang Gelar Jabatan Akademik Tertinggi, Siap Dorong Penelitian Obat Herbal untuk Masyarakat ‎

Nur Soima Ulfa • Senin, 1 Desember 2025 | 20:00 WIB

RESMI SANDANG GELAR PROFESOR‎: Raih jabatan akademik tertinggi, Prof Joni Tandi mengaku siap mendorong riset obat herbal untuk kesehatan masyarakat. Tampak dirinya saat ditemui pada Kamis (27/11/2025)
RESMI SANDANG GELAR PROFESOR‎: Raih jabatan akademik tertinggi, Prof Joni Tandi mengaku siap mendorong riset obat herbal untuk kesehatan masyarakat. Tampak dirinya saat ditemui pada Kamis (27/11/2025)
RADAR PALU - Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFA), Prof Dr apt Joni Tandi MKes, berbagi cerita tentang perjalanan akademiknya setelah resmi menyandang gelar profesor di bidang farmasi.

Kepada Radar Palu Jawa Pos Group mengatakan gelar doktor di bidang apoteker telah ia raih sejak 2017. Sementara gelar profesor diberikan oleh Kementerian Riset dan Teknologi pada Desember 2024.

“Doktor saya (raih) itu 2017 ya. Kemudian saya dapat gelar profesor dari riset-riset saya tanggal Desember 2024,” ujarnya.

‎Ia mengatakan telah banyak membuat jurnal serta melakukan penelitian bersama mahasiswa. Selain itu, masa kerja dan pengabdian menjadi bagian penting dalam penilaiannya. “ Saya mulai membuat jurnal-jurnal, membuat penelitian bersama mahasiswa, dan masa kerja saya juga sudah senior,” tuturnya.

‎Meski begitu, ia menegaskan bahwa tidak ada tantangan berarti selama proses tersebut. “Tidak ada masalah, saya hadapi dengan senang dan sukacita saja,” katanya.

‎Dalam perjalanannya, ia menyebut sejumlah sosok yang berperan besar mendukung karier akademiknya. Ia menyebutkan nama Prof Agus, Prof Suryani, dan seorang rekan lainnya di Makassar.

‎Mengenai fokus keilmuan, Joni menjelaskan bahwa dirinya tengah mengutamakan pada pengembangan obat-obatan, terutama berbasis bahan alam.

‎Ia menegaskan pentingnya mencari alternatif obat yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, mengingat setiap orang memiliki perbedaan genetik yang memengaruhi kecocokan obat. “Fokus kami dalam pengembangan obat-obatan sekarang, bagaimana mencari alternatif bahan alam supaya betul-betul dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

‎Bagi Joni Tandi, gelar profesor memiliki arti penting sebagai bentuk kebanggaan pribadi sekaligus tanggung jawab baru dalam dunia farmasi.  Ia menegaskan keinginannya memberi kontribusi nyata, terutama di wilayah Kota Palu.

 “Saya berusaha mempromosikan penggunaan herbal dan obat, terutama penyakit degeneratif seperti diabetes, stroke, hipertensi, dan jantung,” paparnya.

‎Terkait rencana penelitian, ia menyatakan komitmennya untuk mendorong riset yang lebih aplikatif dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia juga mengakui bahwa ekosistem keilmuan farmasi masih perlu diperkuat, terutama dalam hal pembaruan pengetahuan.

‎Ia mengatakan masih harus banyak belajar, termasuk ke Jawa, serta aktif mengikuti seminar maupun kegiatan ilmiah lainnya. “Saya harus banyak belajar terus, tidak sampai sini saja. Saya harus rajin ikut seminar, dan rajin ikut belajar,” ucapnya.

‎ Joni memberikan pesan kepada mahasiswa dan generasi muda yang tengah menempuh pendidikan farmasi agar tekun belajar karena ilmu farmasi berkembang sangat cepat. Pasalnya seorang akademisi senior sekalipun harus terus mencari alternatif baru demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

 “Rajin-rajin belajar, mengikuti ilmu, karena farmasi itu berkembang terus, tidak boleh stagnan,” ujarnya.(mg2)

Editor : Nur Soima Ulfa
#Prof Dr apt Joni Tandi MKes #Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi #apoteker #Ketua STIFA Profesor Joni Tandi #farmasi #obat herbal