Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Cerita SDN 23 Palu di Podcast Zona Sekolah: Di Balik Lapangan Voli Mini dan Mimpi Besar Seorang Sri Handayani

Nur Soima Ulfa • Sabtu, 22 November 2025 | 20:00 WIB

GREEN HOUSE:  Plt Kepala SDN 23 Palu, Sri Handayani berfoto di Green House milik sekolah yang dipimpinnya. Dia membuat hijau lingkungan sekolah.
GREEN HOUSE: Plt Kepala SDN 23 Palu, Sri Handayani berfoto di Green House milik sekolah yang dipimpinnya. Dia membuat hijau lingkungan sekolah.
RADAR PALU-Ada cerita-cerita sederhana yang rasanya hangat sekali jika dibaca di akhir pekan. Cerita tentang sekolah, anak-anak yang tertawa di halaman, dan kepala sekolah yang memulai perubahan dari hal-hal paling dasar.

Cerita itu datang dari SDN 23 Palu, dan dibagikan langsung oleh sang kepala sekolah, Sri Handayani SPd, dalam serial podcast Zona Sekolah, program inspiratif Radar Palu yang tayang di kanal YouTube @radarpalu.

Episode yang menampilkan kisah SDN 23 Palu ini ditayangkan pada 17 November 2025, dan menarik perhatian publik. Bahkan versi YouTube Shorta-nya telah ditonton lebih dari 1,1 ribu viewers, angka yang cukup istimewa untuk cerita sederhana dari sebuah sekolah dasar.

Ubah Sebidang Tanah Kosong Jadi  Lapangan  Voli

LAPANGAN VOLI MINI:  Plt Kepala SDN 23 Palu, Sri Handayani berada di tengah lapangan voli mini yang dibangun atas inisiatifnya dan berkat gotong royong warga sekolah dan juga perwalian siswa.
LAPANGAN VOLI MINI: Plt Kepala SDN 23 Palu, Sri Handayani berada di tengah lapangan voli mini yang dibangun atas inisiatifnya dan berkat gotong royong warga sekolah dan juga perwalian siswa.

Saat Sri Handayani pertama kali mengemban amanah sebagai Plt Kepala SDN 23 Palu pada 1 Oktober 2025, ia melihat satu hal yang langsung mengetuk hatinya, yaitu anak-anak hampir tak punya ruang layak untuk bergerak dan bermain.

Yang ada hanyalah sebidang tanah sederhana. Di situlah cerita dimulai.

Bersama para guru dan dukungan para orang tua siswa, tanah itu perlahan berubah wajah. Program ini hadir berkat inisiatif sekolah yang kemudian disambut antusias oleh perwalian siswa. Orang tua turut membantu dari tahap awal mulai dari pembersihan lahan, penyiapan tanah, hingga pemasangan tiang dan garis lapangan.

Semuanya bekerja bukan karena proyek besar , tapi karena cinta pada sekolah. Beberapa minggu kemudian, berdirilah lapangan voli mini.

Kini, setiap waktu istirahat, lapangan kecil itu berubah jadi panggung kebahagiaan. Anak-anak berlarian, tertawa, saling menyemangati. Dengan hadirnya lapangan voli mini, kini anak-anak memiliki fasilitas olahraga yang aman dan terarah, yang bisa dimanfaatkan untuk pelajaran PJOK, latihan rutin, hingga kegiatan ekstrakurikuler sederhana.

“Ini baru sebagian kecil, tapi dampaknya besar. Anak-anak senang, guru terbantu, dan orang tua merasa punya andil dalam memajukan sekolah,” cerita Sri Handayani dalam podcast Zona Sekolah Radar Palu.

Bentuk Kebiasaan Baik dari Tempat Sampah

UTAMAKAN KEBERSIHAN: Meski belum memiliki bak sampah permanen, Plt Kepala SDN 23 Palu Sri Handayani memanfaatkan tong sampah, agar lingkungan sekolah tetap bersih.
UTAMAKAN KEBERSIHAN: Meski belum memiliki bak sampah permanen, Plt Kepala SDN 23 Palu Sri Handayani memanfaatkan tong sampah, agar lingkungan sekolah tetap bersih.

Tak hanya soal bermain, Sri Handayani juga memikirkan hal lain yang sering luput dari perhatian, yakni sampah.

Setiap hari, ratusan bungkus jajanan, kertas, dan sisa aktivitas belajar menumpuk. Tanpa fasilitas memadai, kebersihan sekolah jadi tantangan besar. Maka sekolah pun mengajukan permohonan bak sampah permanen ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Baginya, tempat sampah bukan sekadar benda. Itu adalah awal dari pendidikan karakter. “Kebersihan itu mencerminkan mutu sekolah. Kalau tempat sampah memadai, anak-anak belajar bertanggung jawab dan lingkungan sekolah jadi lebih tertata,” ujarnya.

Ketika Cerita Sekolah Jadi Inspirasi Banyak Orang

BERSAMA SISWA: Siswa SDN 23 Palu saat mengikuti program Imtak pada Jumat (21/11/2025). Turut serta Plt Kepala SDN 23 Palu, Sri Handayani yang berbaur besama guru dan siswanya.
BERSAMA SISWA: Siswa SDN 23 Palu saat mengikuti program Imtak pada Jumat (21/11/2025). Turut serta Plt Kepala SDN 23 Palu, Sri Handayani yang berbaur besama guru dan siswanya.

Dengan 285 siswa, perubahan kecil ini memberi dampak besar. Lapangan membuat anak-anak lebih aktif, pengelolaan sampah membangun rasa tanggung jawab, dan suasana belajar pun terasa lebih hidup.

“Kami bergerak dari hal-hal mendasar dulu. Kalau sekolah bersih dan anak-anak punya ruang bermain, suasana belajar otomatis lebih baik,” ungkapnya Sri Handayani, yang punya harapan bisa mengabdi lebih lama di SDN 23 Palu. 

Kisah ini kemudian dibawa ke ruang yang lebih luas lewat Zona Sekolah, serial podcast Radar Palu yang kini menjadi salah satu konten paling diminati. Tak heran jika tayangan ini mendapat jumlah penonton lebih tinggi dibanding rata-rata konten lainnya di kanal YouTube Radar Palu.

Bagi yang ingin menyimak kisah lengkap Sri Handayani, ceritanya bisa ditonton melalui kanal YouTube @radarpalu, termasuk versi YouTube Shorts yang telah ditonton 1,1 ribu kali.(mg1)

 

 

Editor : Nur Soima Ulfa
#Plt Kepala SDN 23 Palu Sri Handayani #SDN 23 Palu #Zona Sekolah