Pihak kampus, khususnya jajaran pejabat tingkat universitas dan tingkat fakultas, memberikan bantuan kepadanya. Rencananya Risky akan dikawal hingga lulus kuliah di Untad, diupayakan mendapatkan besiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIk), diberikan keringanan pemotongan biaya UKT, hingga bantuan asrama di lingkungan kampus. Sehingga mobilitas Risky tidak lagi terbatas saat kembali berkuliah nanti.
Hal ini terungkap dalam audiensi bersama Risky di ruangan Wakil Dekan Akademik fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untad pada Kamis (6/11/2025). Dalam pertemuan itu hadir langsung Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Untad Dr Ir Sagaf MP M Si, Wakil Dekan Akademik FISIP Untad Mohammad Irfan Mufti M Si, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr Rismawati M A, staf Kemahasiswaan Abdi Akhir ST MA P, dan staf Akademik FISIP Hermansyah Tayeb SSos.
“Ya, (miskomunikasi). Si (staf) tidak mengkomunikasikan dengan pimpinan ada kondisi (mahasiswa disabilitas) begini, sehingga ada afirmasi pada saat proses pengurusan, mungkin ada yang uruskan saja gak usah dia (Risky, red) berurusan lagi. Kita (pihak kampus) saja,” ujar Wakil Dekan (Wadek) Akademik FISIP Untad, Irfan.
Dia lantas menyayangkan situasi yang menimpa Risky, di mana sebelumnya harus berurusan secara mandiri mengurus beasiswa. Wadek Irfan juga memahami hambatan Risky, yang menderita low vision dan tergolong disabilitas.
“Kami bagian dari pimpinan fakultas, pimpinan universitas, kami di sini ingin membantu semampu kami supaya Risky bisa selesai kuliah di FISIP!” tegasnya.
Selain mendengarkan keresahan dari Risky saat pengurusan beasiswa ADIk di kampus serta hambatannya selama berkuliah di Untad, pihak kampus juga mencoba mencarikan solusi.
“Kalau ini dikasih tahu saya, di mana (mahasiswa) difabel saya tidak urus di sini, orang kampung susah saja saya urus,” sahut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Sagaf.
Pada audiensi tersebut, Wadek dan Warek mendiskusikan jalan keluar untuk Risky. Warek Sagaf meminta pada Wadek Irfan agar memasukkan nama Risky sebagai mahasiswa penerima bantuan pengurangan biaya uang kuliah tunggal (UKT).
“Tapi, tidak bisa nol. Untuk kekurangannya nanti, bantuan pimpinan fakultas lah yang menyelesaikan,” sambung Warek Sagaf.
Warek Sagaf juga menegaskan pengurangan UKT untuk Risky diberikan pada semester selanjutnya hingga selesai masa studi. Demi memudahkan mobilitas Risky, dia juga akan mengupayakan jatah asrama kampus bagi mahasiswa FISIP tersebut.(cr1)
Editor : Nur Soima Ulfa