“Nah, untuk SD dua tahun sebelumnya itu menerima BOS Kinerja Berkemajuan Terbaik. Nah, tahun ini, SD menerima BOS Kinerja Berprestasi,” buka Sukesi.
Apresiasi tersebut hasil dari pembinaan sekolah untuk seorang siswanya yang meraih kejuaraan bulu tangkis di tingkat nasional. Bukan hanya itu, SD Karuna Dipa juga langganan kejuaraan. Medali terbanyak mereka dapat dari Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Di tahun 2025 ini terdapat juara 1 medali emas cabang olahraga Karate, basket, futsal, dan bulu tangkis.
“Untuk tahun 2025 ini, prestasi Akademik kita itu yang merajai itu di O2SN-nya. Di olahraganya, di OSN-nya, olimpiade sains itu, kami hanya tembus di tingkat kota saja,” lanjutnya.
Kepsek Sukesi menambahkan, sekolah berupaya menggenjot prestasi siswa baik akademik dan non akademik. Untuk merawat prestasi siswa dan mengembangkannya, sekolah mengadakan kompetisi internal antarjenjang. Kompetisi ini menyiapkan siswa untuk menjemput event tahun depan baik di tingkat daerah hingga nasional.
Saat ditemui di SD Karuna Dipa, sekolah sedang mengadakam kompetisi cabang lomba Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Lomba tersebut meliputi menulis cerita anak, gambar ekspresi, pantonim, dan menyanyi solo.
Ada pula Cerdas Cermat antartim yang dibagi ke 3 jenjang. Tingkat kelas 1-2 di fase A, fase B kelas 3 dan 4, serta fase C kelas 5 dan 6. “Itu bentuk motivasi untuk anak-anak bagaimana mampu bersaing. Sistemnya kami ikut standar nasional,” sebut Sukesi.
Terdapat pula pembinaan bakat dan minat siswa melalui kokurikuler yang diadakan rutin setiap hari Kamis. Kata Sukesi, saat ini sekolah masih memberdayakan guru dalam pembinaan siswa. Sekolah juga membina dan mengasah potensi guru.
“Karena kalau mengambil pembina dari luar yang bersirtifikat itu juga, intensifnya standarnya tinggi. Sementara, kita kan operasional untuk penggunaan dana sendiri banyak posnya yang harus kita selesaikan, dan harus kita mengevaluasi untuk kinerja guru sendiri," terangnya.
Yayasan turut memberi apresiasi berupa reward kepada guru yang berhasil mengembangkan prestasi siswa. “Artinya guru punya motivasi karena dihargai, diberikan punishment, diberikan reward dari yayasan,” tutup Kepsek Sukesi.(cr1)
Editor : Nur Soima Ulfa