Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Ini Dia Sekolah Tinggi Toleransi di Palu: SD Karuna Dipa Wujudkan Sekolah Multikultural

Nur Soima Ulfa • Senin, 3 November 2025 | 20:00 WIB

SEKOLAH TINGGI TOLERANSI : Kepala Sekolah SD Karuna Dipa, Sukesi. Sebagai muslim, dirinya mengaku tidak mendapat kesulitan memimpin di sekolah yang dibawahi oleh Yayasan Karuna Dipa.
SEKOLAH TINGGI TOLERANSI : Kepala Sekolah SD Karuna Dipa, Sukesi. Sebagai muslim, dirinya mengaku tidak mendapat kesulitan memimpin di sekolah yang dibawahi oleh Yayasan Karuna Dipa.
RADAR PALU – SD Karuna Dipa berkomitmen wujudkan sekolah yang tinggi toleransi dan multikultural. Visi ini diimplementasikan dalam perayaan agama. Sekolah punya budaya merayakan hari-hari besar keagamaan di sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala SD Karuna Dipa, Sukesi SPd MPd saat ditemui Radar Palu Jawa Pos Group pada Selasa (28/10/2025). Dia mengungkapkan perayaan hari-hari besar keagamaan ini mencakup perayaan agama yang diakui di Indonesia. Jadi bukan hanya perayaan agama Buddha saja. 

 Baca Juga: Wujud Bhineka Tunggal Ika Ada di SD Karuna Dipa

“Pada dasarnya, kami merangkul perayaan semua agama. Itu yang mungkin orang tua (berpandangan) oh, ternyata sekolah ini tidak mengabaikan (agama selain Buddha),” sebut Kepsek Sukesi.

Perlu diketahui, SD Karuna Dipa ialah salah satu sekolah dari Yayasan Karuna Dipa, yayasan umat Buddha. Sekolah ini berdiri satu lingkungan dengan TK, SMP, dan SMA Karuna Dipa di Jalan Sungai Lariang, Kelurahan Nunu, Kecamatan Palu Barat.

“Jadi, orang atau masyarakat pada umumnya itu biasa menganggap di sini (sekolah) khusus China dan Budha. Padahal, saya sendiri sebagai muslim diangkat sebagai Kepala Sekolah itu karena kepercayaan Yayasan terhadap etos kerja. Dan tidak mengenal suku-agam, ” tegas Sukesi.

Awal mula berdirinya, sekolah dikhususkan untuk siswa penganut kepercayaan Buddhisme. Kata dia, di lingkungan Karuna Dipa sendiri kebanyakan penganut Budha Theravada. Namun, seiring waktu mengalami perubahan dan menerima kemajemukan. Terlebih diberlakukannya aturan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Tahun 2002.

“Jadi, ini satu-satunya sekolah mungkin di Kota Palu yang sangat komplit keberagamannya,” ungkapnya sambil tersenyum.

Siswa juga difasilitasi guru agama masing-masing, dari agama Buddhidharma, Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, dan Hindu.

“Kalau pada saat pelajaran agama itu, seluruh siswa masuk di ruang agama masing-masing. Seluruh siswa sudah tahu, mereka harus ke mana ruang agamanya Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha,” tambahnya.

Dia juga bercerita bagaimana sekolah merayakan semua peringatan keagamaan yang dianut oleh siswa dan guru. Semisal pada waktu Nyepi, mereka akan merayakan Hari Nyepi secara besar-besaran. Begitupun Idul Fitri, Natal, dan Waisak.

“Waisak sendiri yang bulan April atau Mei, ya, perayaan Waisak itu, besar sekali (acaranya). Kita menghadirkan Pak Wali dengan Wagub (Wakil Gubernur) waktu itu yang bisa datang,” ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa Yayasan Karuna Dipa sangat membuka diri terhadap keberagaman baik lintas agama maupun multikultural.“Jadi, kalau mau menonton keberagaman yang komplit itu ada di sekolah kami, Karuna Dipa dan yayasannya sangat luar biasa,” ucap Kepsek Suksesi sembari terkekeh pelan.

Kepsek Sukesi sendiri telah mengabdikan dirinya sebagai guru honor di Karuna Dipa sejak 1993. Saat terangkat sebagai PNS, dia ditempatkan di Karuna Dipa hingga tahun 2020 dilantik sebagai kepala sekolah. Dia menjadi saksi bagaimana toleransi dibangun di sekolah Yayasan Karuna Dipa.(cr1)

Editor : Nur Soima Ulfa
#Sukesi #Kepala SD Karuna Dipa Sukesi #SD Karuna Dipa