RADAR PALU - Tiga mahasiswa semester tiga Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) diduga menjadi korban pengeroyokan dan kekerasan oleh sejumlah senior di lingkungan kampus, Selasa (6/10/2026). Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polresta Palu dan mendapat sorotan dari sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Bunda Wiwik.
Bunda Wiwik menyatakan keprihatinannya terhadap dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi tersebut.
“Saya prihatin dan menaruh perhatian serius terhadap dugaan perundungan di lingkungan kampus. Pendidikan harus membangun manusia, bukan merendahkan manusia,” tegasnya. Jumat, (9/10/2026).
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Gencarkan Opsi-KI, Optimalkan Peran Sentra Kekayaan Intelektual
Ia meminta kasus tersebut diusut secara objektif agar fakta dan kronologi kejadian dapat diketahui secara menyeluruh.
Menurutnya, kampus harus menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan masa depan, bukan tempat terjadinya perundungan maupun kekerasan.
Bunda Wiwik juga mendorong pihak Untad memberikan perlindungan dan pendampingan kepada mahasiswa yang diduga menjadi korban, termasuk dukungan psikologis apabila diperlukan.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Gelar Mendaki #2, Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual
Ia menekankan bahwa pemeriksaan harus dilakukan secara transparan dan adil dengan tetap melindungi korban serta menghormati hak semua pihak yang terkait.
“Karena itu, kasus ini harus diusut secara objektif, korban harus dilindungi, dan jika terbukti ada pelanggaran, harus ada penanganan sesuai aturan,” lanjutnya.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Sulteng, ia menilai pencegahan perundungan perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang di lingkungan perguruan tinggi.
Baca Juga: Bupati Morut Bagikan 82 APAR ke TNI, Polri, dan OPD
Bunda Wiwik juga mengajak mahasiswa yang mengalami atau menyaksikan perundungan untuk berani melapor melalui mekanisme yang tersedia.
Ia berharap penanganan kasus dugaan pengeroyokan tersebut berjalan sesuai ketentuan, sehingga kampus tetap menjadi lingkungan pendidikan yang aman dan menjunjung tinggi rasa saling menghormati.
Editor : Annisa Wibdy