
RADAR PALU - Anggota DPRD Kota Palu Komisi C dari Fraksi PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Lewi Alik, mengungkapkan dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPD PSI Kota Palu. Pergantian kepengurusan tersebut disebut telah berlangsung sekitar tiga bulan lalu.
Lewi mengatakan, Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru DPD PSI Kota Palu turun pada 11 Agustus 2026, jika tidak salah. Dalam kepengurusan baru tersebut, posisi Ketua DPD PSI Kota Palu kini dijabat Ismail.
“Jadi pergantian kepengurusan DPD-PSI Kota Palu itu sudah terjadi mungkin tiga bulan lalu. Dan SK baru turun, kalau tidak salah, 11 Agustus 2026,” kata Lewi saat di temui di DPRD Kota Palu. Rabu, (30/9/2026).
Baca Juga: Raperda Ekonomi Hijau Sulteng Ditarget Rampung Dua Pertemuan, Ronald Gulla: Ini Barang Baru
Menurut Lewi, pergantian kepengurusan di internal PSI merupakan hal yang biasa terjadi dalam organisasi. Ia menilai perubahan tersebut merupakan bagian dari proses penataan organisasi.
“Pergantian kepengurusan PSI itu sudah biasa. Di organisasi itu kan penyegaran,” ujarnya.
Lewi mengatakan, dirinya digantikan karena adanya keputusan dari pimpinan partai. Ia menyebut pimpinan di tingkat atas kemungkinan memiliki target yang lebih besar untuk dicapai.
Baca Juga: Panen Jagung di Kabua Bua Capai 5,8 Ton, Dorong Produktivitas dan Ketahanan Pangan
“Saya diganti karena mungkin pimpinan di atas ada target yang mungkin ingin dicapai lebih besar. Dan itu wajar,” katanya.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPD PSI Kota Palu, Lewi memastikan dirinya masih berada dalam struktur organisasi partai. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Pembina DPD PSI Kota Palu.
“Saya sekarang di posisi Ketua Pembina DPD-PSI Kota Palu,” ungkapnya.
Baca Juga: Banggai Tuan Rumah Harhubnas 2026 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah
Terkait mekanisme pergantian kepengurusan, Lewi menjelaskan bahwa proses tersebut berada dalam kewenangan pimpinan PSI. Menurutnya, PSI masih dalam tahap pembenahan organisasi.
“Ini kan PSI belum seperti partai yang sudah besar yang pergantian kepengurusannya itu dari bawah,” jelas Lewi.
Ia menambahkan, pembenahan organisasi menjadi bagian dari proses penataan kepengurusan PSI. Karena itu, pimpinan partai dapat melakukan perubahan struktur sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Baca Juga: 6.024 Pramuka Berkumpul di Moilong, Gubernur Sulteng: Kemah Prestasi Membentuk Generasi Berkarakter
“Ini kan karena semua dibenahi, jadi sistem pimpinan partai itu dia mungkin melihat dulu untuk membenahi partai,” tutupnya.
Editor : Annisa Wibdy