
RADAR PALU - Usulan pembangunan pasar di kawasan Hunian Tetap (Huntap) 1 Tondo dan sekitarnya mengemuka dalam pembahasan APBD Perubahan 2026 DPRD Kota Palu. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Palu, Donald Payung Mangawe, menyampaikan aspirasi warga yang menginginkan adanya pasar di kawasan tersebut.
Donal mengatakan, usulan itu disampaikan karena kawasan Huntap 1, Huntap 2, serta sejumlah perumahan di sekitarnya terus berkembang. Menurutnya, keberadaan pasar dapat menjadi salah satu fasilitas yang dibutuhkan masyarakat di kawasan tersebut.
“Ada permintaan warga di sekitaran Huntab 1 tondo dan sekitarnya untuk dibuatkan pasar,” kata Donald dalam rapat Banggar DPRD Kota Palu. Kamis, (24/9/2026).
Baca Juga: Sambut Hari Tani, Aliansi Mahasiswa Pertanian Desak Pemerintah Sulteng Lindungi Lahan Produktif
Ia menyebut, Dinas Pekerjaan Umum (PU) bersama perangkat daerah terkait kemungkinan telah memasukkan pembangunan pasar tersebut dalam usulan program. Namun, Donald meminta aspirasi masyarakat itu menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran.
Donald bahkan mengusulkan agar pembangunan pasar dapat dipertimbangkan dengan menyesuaikan sejumlah rencana pembangunan lainnya. Salah satunya dengan mengalihkan anggaran dari rencana pembangunan sport center apabila program tersebut dinilai dapat ditunda.
“Kalau misalnya sport center yang kita usulkan pada saat ini dan teman-teman kemarin usulkan untuk usulan ini bisa ditunda, mengapa tidak kalau kita alihkan ke bangunan pasar untuk Huntab dan sekitarnya,” ujarnya.
Baca Juga: Dibiayai Pemkab dan Swasta, 51 Pemuda Morut Kuasai Bahasa Mandarin
Menurut Donald, kebutuhan pasar menjadi penting seiring bertambahnya kawasan hunian di sekitar Huntap. Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan fasilitas perdagangan yang lebih dekat dengan masyarakat di kawasan tersebut.
Menanggapi usulan itu, Kepala Dinas PU Kota Palu, Ismayadin, mengatakan pembangunan pasar di kawasan Huntap 1 Tondo, dapat menjadi salah satu pertimbangan. Namun, penentuan lokasi pasar perlu memperhatikan keberadaan pasar lain yang sudah ada.
“Memang bisa juga jadi pertimbangan,” kata Ismayadin dalam rapat banggar.
Baca Juga: Dituding Minta Rp5 Juta, Kejari Palu Beri Klarifikasi
Ia menjelaskan, pemerintah sebelumnya telah membahas pengembangan Pasar Talise yang saat ini dinilai belum maksimal. Selain itu, terdapat pula pasar di kawasan Mamboro sehingga penentuan lokasi pasar baru perlu memperhitungkan jarak antar pasar.
“Tentunya ada analisisnya seperti itu,” ujarnya.
Di sisi lain, Ismayadin menjelaskan bahwa rencana pembangunan sport center memiliki tujuan berbeda, yakni membuka ruang bagi penyebaran ruang publik sekaligus mendukung pengembangan kawasan perkotaan.
Baca Juga: Demo Hari Tani di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah Berujung Ricuh, Massa Desak Anwar Hafid Tuntaskan
Menurutnya, wilayah bagian utara Palu masih memiliki lahan milik pemerintah dengan luasan yang cukup besar. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi potensi untuk mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan baru di kawasan tersebut.
“Sehingga potensi-potensi untuk penyebaran untuk perkembangan pusat kota itu bisa kami kembangkan,” kata Ismayadin.
Ia menambahkan, kawasan tersebut juga telah memiliki sejumlah fasilitas seperti masjid dan fasilitas kesehatan. Karena itu, pemerintah menilai perlu ada ruang publik yang dapat melengkapi penataan kawasan perkotaan, termasuk rencana pembangunan stadion.
Baca Juga: Bernyali, Takwin Antar Jenazah Warga, Ambulans Lewati Jalan Sempit dan Gelap Menuju Rumah Duka
“Pada prinsipnya ini kami sudah berbagi ruang untuk penataan kawasan perkotaan,” pungkasnya.
Editor : Annisa Wibdy