RADAR PALU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sulawesi Tengah salah satunya Kabupaten Poso dan Tojo Una-Una mendapat perhatian dari DPRD Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah dinilai perlu memperkuat kesiapan infrastruktur untuk menghadapi potensi karhutla yang dapat kembali terjadi.
Anggota Komisi IV DPRD Sulteng daerah pemilihan Poso-Tojo Una-Una, Baharuddin Sapi’i, mengatakan karhutla merupakan kejadian yang berpotensi berulang sehingga pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipasi secara berkelanjutan.
Menurutnya, pemerintah Kabupaten Poso, Tojo Una-Una maupun Pemerintah Provinsi Sulteng perlu memiliki kesiapan infrastruktur dalam menghadapi kondisi tersebut.
Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD Sulteng Bahas Perubahan APBD 2026, Delapan Fraksi Sampaikan Pandangan
“Itu kan kehendak alam. Nah, itu kita harus sepakat bersama dulu. Tentunya dengan kehendak alam hari ini tidak menutup kemungkinan hal ini akan terjadi berulang kali,” kata Baharuddin. Selasa, (15/9/2026).
Ia mengatakan salah satu kendala yang perlu menjadi perhatian adalah keterbatasan armada pemadam kebakaran di wilayah yang terdampak karhutla.
“Bagaimana upaya-upaya yang menjadi kendala hari ini termasuk mobil pemadam kebakaran itu sangat minim,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Palu Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas
Selain armada, Baharuddin menyoroti keterbatasan sumber air yang dapat digunakan untuk mendukung proses pemadaman. Menurutnya, ketersediaan sumber air yang dekat dengan lokasi kejadian akan membantu petugas bekerja lebih cepat.
“Terus yang kedua, sumber-sumber air. Sehingga perlu diciptakan, dibangun sumber-sumber air untuk mendekatkan apabila mobil pemadam mau jemput air dekat. Nah, itu penting,” katanya.
Baharuddin menilai pembangunan maupun penyediaan titik-titik sumber air perlu masuk dalam langkah antisipasi pemerintah daerah, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.
Baca Juga: BI Sebut Sistem Keuangan Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan kepada masyarakat agar memiliki kesiapan ketika menghadapi karhutla. Edukasi dinilai perlu dilakukan agar masyarakat tidak panik dan mengetahui langkah yang tepat ketika terjadi kebakaran.
“Dan yang paling penting juga pemerintah daerah membina masyarakat agar siap menghadapi kondisi itu,” ujarnya.
Menurut Baharuddin, kesadaran masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mencegah karhutla. Masyarakat perlu memahami risiko pembakaran hutan maupun lahan saat membuka lahan.
Baca Juga: 22 Ekskavator PETI Bodi Tidak Diamankan di Kantor Polisi, Diduga Berada di Lokasi Pengusaha di Buol
“Pertama tidak panik, sehingga dia bisa berani menghadapi itu bagaimana cara memadamkan. Sehingga juga masyarakat tidak seenaknya membakar hutan,” katanya.
Editor : Annisa Wibdy