RADAR PALU — Keterlibatan perempuan dalam politik dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Perempuan tidak hanya dipandang sebagai penerima kebijakan, tetapi juga perlu hadir sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., MH, yang akrab disapa Bunda Wiwik, saat ditemui pada Rabu (9/9/2026).
Bunda Wiwik yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah serta Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sulawesi Tengah, menekankan pentingnya memperluas ruang partisipasi perempuan dalam kehidupan politik dan pemerintahan.
Baca Juga: Soroti Fenomena Fatherless, Bunda Wiwik Apresiasi Lahirnya Forum Ayah
Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam politik bukan sekadar persoalan pemenuhan hak, tetapi juga merupakan tanggung jawab untuk ikut menentukan arah pembangunan dan masa depan masyarakat.
“Perempuan hadir di politik bukan untuk bersaing, tetapi untuk berkontribusi, memperjuangkan keadilan, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat,” ujar Sekretaris Kaukus Politik Perempuan Sulawesi Tengah ini.
Ia mengatakan, perempuan memiliki pengalaman dan perspektif yang penting dalam proses perumusan kebijakan. Kehadiran perempuan di ruang legislatif diharapkan dapat memperkaya proses pengambilan keputusan, khususnya kebijakan yang berkaitan dengan keluarga, pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, serta berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Baca Juga: Bunda Wiwik Soroti Tingginya Perceraian, Penguatan Keluarga Dinilai Jadi Kunci
Perempuan dan Ruang Legislatif
Bunda Wiwik menilai perempuan yang berada di lembaga legislatif memiliki peluang strategis untuk menghadirkan kebijakan yang lebih inklusif.
“Perempuan di legislatif melahirkan kebijakan yang lebih adil, inklusif, dan berpihak pada semua,” demikian pesan yang disampaikannya.
Menurut dia, politik seharusnya tidak dipersepsikan sebagai ruang yang hanya diperuntukkan bagi laki-laki. Perempuan memiliki kapasitas untuk berkontribusi, berintegritas, mengambil keputusan, hingga memimpin.
Baca Juga: Bunda Wiwik Apresiasi Penangkapan Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu
Karena itu, ia mendorong perempuan untuk tidak ragu mengambil bagian dalam proses politik, baik melalui pendidikan politik, organisasi kemasyarakatan maupun keterlibatan langsung dalam lembaga-lembaga politik.
Politik sebagai Ruang Pengabdian
Bunda Wiwik juga mengajak perempuan melihat politik sebagai salah satu ruang pengabdian kepada masyarakat. Politik, kata dia, tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan kekuasaan, tetapi dapat menjadi instrumen untuk menghadirkan perubahan.
Ia menegaskan bahwa perempuan yang terlibat dalam politik perlu membawa nilai-nilai integritas, kompetensi dan kemampuan kepemimpinan.
Baca Juga: Bunda Wiwik Apresiasi Kinerja Gubernur yang Disampaikan Saat Silaturahmi Bersama Relawan Koalisi
“Jadikan politik sebagai ruang perubahan, bukan hanya kekuasaan,” pesannya.
Bagi Wiwik, semakin banyak perempuan yang berani terlibat dan berkontribusi dalam politik, semakin besar pula peluang lahirnya kebijakan yang mempertimbangkan berbagai kebutuhan masyarakat secara lebih komprehensif.
Karena itu, ia mengajak perempuan Sulawesi Tengah untuk tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. “Ayo, perempuan! Terlibat, bergerak, mengubah!” ajaknya.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin