RADAR PALU — Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., M.H., mengajak masyarakat, khususnya para keluarga, untuk lebih bijak dalam menggunakan gawai dan menjadikan rumah sebagai ruang utama membangun komunikasi serta kedekatan antaranggota keluarga.
Bunda Wiwik, sapaan akrab Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, yang juga menjabat Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (BiPeKa) DPW PKS Sulawesi Tengah serta Sekretaris Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah, menegaskan bahwa perkembangan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk mendekatkan manusia, bukan justru membuat hubungan keluarga semakin berjarak.
“Teknologi seharusnya menjadi alat untuk mendekatkan, bukan alasan untuk menjauh,” ujar Bunda Wiwik.
Baca Juga: Bunda Wiwik Tekankan Pengawalan Implementasi hingga Aturan Turunan
Menurutnya, kehadiran gawai telah memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dapat dengan mudah berkomunikasi dan terhubung dengan orang-orang yang berada jauh.
Namun, penggunaan gawai yang tidak terkendali juga berpotensi mengurangi kualitas interaksi dengan orang-orang yang justru berada paling dekat.
“Gawai membuat kita mudah terhubung dengan mereka yang jauh. Namun tanpa disadari, gawai juga bisa membuat kita kehilangan hal yang paling dekat: percakapan dengan keluarga, tatapan penuh perhatian, dan waktu kebersamaan,” katanya.
Baca Juga: Bunda Wiwik Dorong Penguatan Anggaran Ketahanan Keluarga dalam KUA-PPAS Sulteng 2027
Karena itu, Bunda Wiwik mengajak setiap keluarga untuk mulai membangun kebiasaan sederhana dengan menyediakan waktu tanpa gawai di lingkungan rumah.
Menurutnya, momen makan bersama, berbincang dengan anggota keluarga, mendampingi anak belajar maupun beraktivitas, hingga sekadar duduk bersama dapat menjadi kesempatan penting untuk memperkuat hubungan emosional dalam keluarga.
“Mari mulai dari rumah. Ciptakan waktu tanpa gawai. Saat makan bersama, berbincang, mendampingi anak, atau sekadar duduk bersama—letakkan sejenak gawai dan hadir sepenuhnya untuk orang-orang yang kita cintai,” tuturnya.
Baca Juga: Bunda Wiwik Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu
Ia menekankan, keluarga tidak hanya membutuhkan koneksi internet, tetapi juga membutuhkan koneksi hati. Kehadiran secara fisik perlu disertai perhatian dan keterlibatan secara emosional agar komunikasi dalam keluarga tetap hangat.
“Karena keluarga tidak hanya membutuhkan koneksi internet, tetapi juga koneksi hati,” tegasnya.
Bunda Wiwik berharap gerakan bijak menggunakan gawai dapat dimulai dari kebiasaan kecil di rumah dan menjadi budaya positif dalam keluarga.
Baca Juga: Bunda Wiwik: Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel sebagai Fondasi Kepercayaan Publik
Orang tua juga diharapkan dapat menjadi teladan bagi anak-anak dalam menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.
“Waktunya bersama, bukan bersama gawai,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi bagian dari ajakan untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui komunikasi yang berkualitas, perhatian, dan kebersamaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Kuatkan Keluarga, Kuatkan Bangsa,”tandasnya.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin