
RADAR PALU - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Palu menyoroti aktivitas Pasar Lasoani yang saat ini hanya beroperasi dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu dan Sabtu.
Dalam agenda pembahasan Banggar DPRD Kota Palu bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind), anggota DPRD Kota Palu, Zet Pakan, mengusulkan agar Pasar Lasoani dapat dibuka setiap hari.
Zet menilai aktivitas Pasar Lasoani cukup tinggi ketika beroperasi, terutama pada Rabu dan Sabtu. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan untuk mengevaluasi kembali jadwal operasional pasar.
Baca Juga: Pasar Tradisional Manonda Dirancang Tampung 700 Pedagang, Pedagang Pinggir Jalan Bakal Direlokasi
“Kalau Pasar Lasoani dibuka setiap hari, apakah akan mengganggu pasar-pasar induk yang ada di Kota Palu? Kalau memang tidak mengganggu, saya sarankan untuk dibuka saja sekalian setiap hari,” kata Zet dalam rapat banggar. Rabu, (12/8/2026).
Menurutnya, Pasar Lasoani kini berada di tengah kawasan permukiman yang semakin padat. Kondisi itu membuat jumlah pembeli cukup banyak, sementara pedagang yang berjualan masih terbatas dan sebagian hanya datang pada hari tertentu.
Zet juga membandingkan kondisi Pasar Lasoani dengan Pasar Masomba dan Pasar Inpres yang menurutnya tidak selalu mengalami kepadatan setiap hari.
Baca Juga: Pasar Tavanjuka Masih Sepi, Rustia Tompo Pertanyakan Langkah agar Kembali Ramai
“Pembelinya banyak, penjual yang datang sewaktu-waktu saja. Jadi mohon bisa ditinjau kembali,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pasar Disperdagind Kota Palu, Ahmad Rivai, menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah mencoba menambah hari operasional Pasar Lasoani. Namun, upaya tersebut belum berjalan maksimal karena sebagian besar pedagang di Kota Palu bukan merupakan pedagang tetap.
Menurut Ahmad, para pedagang cenderung berpindah dari satu pasar ke pasar lainnya sesuai dengan hari dan pangsa pasar yang telah mereka miliki.
Baca Juga: Transaksi QRIS di Sulteng Tembus 47 Juta hingga Juni 2026
“Kami coba sesuai keinginan masyarakat di sana untuk buka hari Senin. Kami coba hari Senin itu hanya beberapa orang saja, karena mereka sudah punya pangsa pasar di tempat lain,” jelasnya.
Meski demikian, Ahmad memastikan usulan Banggar akan menjadi catatan bagi Disperdagind untuk dievaluasi. Pemerintah juga akan terus mengupayakan pengembangan pola operasional pasar agar aktivitas perdagangan di Kota Palu semakin optimal.
“Siap, akan tetap jadi catatan kami, Pak. Di pasar lain juga tetap kami usahakan seperti itu,” pungkasnya.
Baca Juga: 232 Warga Binaan Lapas Luwuk Diusulkan Terima Remisi HUT ke-81 RI
Editor : Annisa Wibdy