RADAR PALU - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Palu, Rustia Tompo, menyoroti kondisi Pasar Tavanjuka yang dinilai masih sepi dan kurang bersih. Hal itu disampaikan dalam agenda pembahasan Banggar DPRD Kota Palu.
Rustia mengatakan, capaian pendapatan pasar secara keseluruhan yang mencapai 58,68 persen tidak cukup menjadi ukuran untuk menilai kinerja masing-masing pasar. Menurutnya, kondisi setiap pasar perlu dilihat secara langsung, termasuk Pasar Tavanjuka.
“Jangan hanya melihat capaian secara keseluruhan 58,68 persen, tetapi kita melihat dari pasar ke pasar. Di situlah kita bisa melihat apakah benar-benar tercapai sesuai target kita di 2026 atau 2027,” kata Rustia dalam rapat banggar. Rabu, (12/8/2026).
Baca Juga: Transaksi QRIS di Sulteng Tembus 47 Juta hingga Juni 2026
Ia mengaku telah meninjau langsung kondisi Pasar Tavanjuka dan melihat masih banyak tempat yang belum dimanfaatkan pedagang maupun dikunjungi konsumen. Padahal, pasar tersebut telah diarahkan menjadi pasar modern.
Rustia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian Dinas Perdagangan agar dapat menyusun langkah strategis untuk meningkatkan minat pedagang dan masyarakat beraktivitas di Pasar Tavanjuka.
Selain persoalan aktivitas pasar, Rustia juga menyoroti masalah kebersihan, khususnya pembuangan sampah yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat.
Baca Juga: 232 Warga Binaan Lapas Luwuk Diusulkan Terima Remisi HUT ke-81 RI
“Kalau kita berbicara 58,68 persen, berapa persennya ini Pasar Tavanjuka sebenarnya setelah diresmikan menjadi pasar modern? Itu yang perlu juga kami tahu,” ujarnya.
Rustia berharap pihak Dinas Perdagangan dapat memberikan penjelasan lebih rinci mengenai capaian Pasar Tavanjuka sekaligus langkah yang akan dilakukan untuk mengoptimalkan pasar tersebut.
Dalam pembahasan itu, disebutkan Pasar Tavanjuka berada pada urutan ketujuh dalam capaian pendapatan pasar.
Baca Juga: Isu Impor Udang, Alarm Kuat Daya Saing Industri Udang Nasional
Editor : Annisa Wibdy