RADAR PALU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah menjadi perhatian DPRD Sulteng. Selain mengancam lingkungan, karhutla dinilai berpotensi mengganggu sektor pertanian dan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan serta swasembada pangan.
Wakil ketua Komisi III DPRD Sulteng, H. Zainal Abidin Ishak, mengatakan kejadian kebakaran sebenarnya telah diantisipasi sejak awal. Namun, kondisi alam, terutama kekeringan, tetap menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
“Kalau kami sebenarnya, kejadian-kejadian itu dari awal sudah kita antisipasi bahwa kebakaran-kebakaran itu harus diantisipasi,” kata Zainal. Selasa, (11/8/2026).
Baca Juga: Pembiayaan UMKM Capai Rp1.948,72 Triliun, OJK Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperkuat kesiapsiagaan, termasuk memastikan fasilitas pemadaman tersedia dan dapat digunakan secara cepat ketika terjadi kebakaran.
“Kalau terjadi kejadian alam seperti itu, berarti ada kelalaian manusia. Oleh karena itu, fasilitas daerah harus dipersiapkan untuk pemadaman,” ujarnya.
Menurut Zainal, salah satu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah adalah memastikan ketersediaan dan kondisi jaringan irigasi tetap baik.
Baca Juga: Di Seminar AI dan Digital Payment, BI Sulteng Ungkap Strategi Jaga Kedaulatan Transaksi
“Nah, makanya itu kita harus mengantisipasi. Irigasi kita harus memperbaiki dan lain sebagainya,” kata Zainal.
Ia mengatakan Komisi III DPRD Sulteng terus mendorong Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk memperbaiki jaringan irigasi yang kondisinya sudah tidak optimal.
Zainal menyebut tingkat produksi pertanian saat ini rata-rata baru berada di kisaran 60 persen. Kondisi tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan untuk mendukung target ketahanan pangan.
Baca Juga: Satpol PP Sulteng ke Final Usai Tekuk Biro Umum 2-1
“Kita berharap bisa naik sampai 80 persen. Maka harus ada pembiayaan, rehab-rehab irigasi kembali,” ujarnya.
Menurutnya, perbaikan irigasi menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama di tengah ancaman kekeringan dan kebakaran yang dapat mengganggu lahan pertanian.
Selain perbaikan infrastruktur, Zainal menilai kesiapan fasilitas pemadaman juga perlu diperkuat agar setiap kejadian karhutla dapat segera ditangani dan tidak meluas.
Baca Juga: Tambang Kayu Boko Disorot DPRD Sulteng, Fery Budiutomo Pertanyakan Dampak Lingkungan hingga PAD
Ia menegaskan, upaya pencegahan karhutla dan pembenahan irigasi harus berjalan beriringan agar program pemerintah dalam memperkuat ketahanan serta swasembada pangan di Sulawesi Tengah dapat berjalan maksimal.
Editor : Annisa Wibdy