Pendapatan Sulteng Baru 44,32 Persen, Wagub Reny Paparkan Realisasi APBD 2026

Annisa Wibdy • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 16:30 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido menyampaikan Laporan Realisasi APBD Semester I 2026 dan prognosis enam bulan berikutnya dalam Rapat Paripurna DPRD Sulteng, Selasa (4/8/2026). FOTO: Annisa Nurul Wibdy.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido menyampaikan Laporan Realisasi APBD Semester I 2026 dan prognosis enam bulan berikutnya dalam Rapat Paripurna DPRD Sulteng, Selasa (4/8/2026). FOTO: Annisa Nurul Wibdy.

RADAR PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan realisasi pendapatan daerah hingga Semester I Tahun Anggaran 2026 telah mencapai Rp2,164 triliun atau 44,32 persen dari target APBD sebesar Rp4,827 triliun. Capaian tersebut dipaparkan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido dalam Rapat Paripurna DPRD Sulteng, Selasa (4/8/2026).

Rapat Paripurna Masa Persidangan III Tahun Kedua itu digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dengan agenda penyampaian Laporan Realisasi Semester Pertama APBD dan Prognosis Enam Bulan Berikutnya Tahun Anggaran 2026.

Paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Sulteng Arnila bersama Ketua DPRD Sulteng Mohammad Arus Abdul Karim. Hadir pula anggota DPRD, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimda, dan tamu undangan lainnya.

Baca Juga: Dubes UEA Lirik KEK Palu, Posisi Strategis ALKI II Jadi Daya Tarik Investor

Dalam kesempatan tersebut, Reny mewakili Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid yang sedang menjalankan tugas pemerintahan di luar daerah. Ia menyampaikan salam hormat sekaligus permohonan maaf dari gubernur kepada seluruh peserta rapat.

"Setidaknya hari ini Bapak Gubernur yang dijadwalkan hadir langsung dalam rapat paripurna ini. Namun karena terdapat agenda pemerintahan yang bersamaan di luar daerah, beliau menyampaikan permohonan maaf dan menugaskan saya untuk mewakili menyampaikan laporan realisasi semester pertama APBD dan prognosis enam bulan berikutnya Tahun Anggaran 2026," kata Reny.

Reny menjelaskan, penyampaian laporan tersebut merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Laporan realisasi semester pertama beserta prognosis enam bulan berikutnya wajib disampaikan kepada DPRD sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBD sekaligus bahan evaluasi pelaksanaan anggaran pada semester kedua.

Baca Juga: Kementerian Hukum Kembali Raih Opini WTP Tahun 2025

Dalam pemaparannya, Reny mengungkapkan realisasi pendapatan daerah hingga akhir Juni 2026 mencapai sekitar Rp2,164 triliun atau 44,32 persen dari target Rp4,827 triliun.

Pendapatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), transfer pemerintah pusat, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mengoptimalkan seluruh potensi penerimaan agar target pendapatan hingga akhir tahun dapat tercapai.

Baca Juga: Puluhan Buku Dwibahasa Segera Peroleh Perlindungan Hak Cipta Resmi 

Di sisi belanja, realisasi APBD hingga semester pertama tercatat sebesar Rp1,757 triliun atau 36,88 persen dari target belanja Rp4,763 triliun.

Realisasi tersebut meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, hingga belanja transfer kepada pemerintah kabupaten dan kota.

Belanja operasi telah terealisasi sekitar 38,86 persen. Sementara belanja modal baru mencapai 27,99 persen, dengan porsi terbesar digunakan untuk pembangunan jalan, jaringan, dan irigasi yang menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Baca Juga: Suhu Udara Tinggi dan Angin Kencang Tingkatkan Ancaman Karhutla di Sulteng

Selain itu, penyaluran belanja hibah, bantuan sosial, dan belanja tidak terduga juga terus dilakukan sesuai kebutuhan dan tahapan pelaksanaan program.

Pada sisi pembiayaan daerah, Reny menyampaikan penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) telah terealisasi sekitar Rp72,62 miliar. Sementara pengeluaran pembiayaan hingga akhir Juni 2026 belum terealisasi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga memproyeksikan hingga akhir 2026 pendapatan daerah mencapai sekitar Rp2,663 triliun, sedangkan belanja diperkirakan sebesar Rp3,173 triliun.

Baca Juga: UEA Lirik Potensi Sulteng, Energi Terbarukan hingga Hilirisasi Jadi Prioritas Investasi

Sementara penerimaan pembiayaan diproyeksikan mencapai Rp89,82 miliar dengan rencana pengeluaran pembiayaan sebesar Rp50 miliar.

Reny menegaskan laporan realisasi semester pertama beserta prognosis enam bulan berikutnya akan menjadi salah satu dasar penting dalam penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan DPRD terus terjalin agar pelaksanaan program pembangunan berjalan sesuai target dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: MoU Belum Kelar, Penanganan Permanen Krisis Air Bersih Petasia Terancam Mandek

"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan kepada kita semua dalam membangun Provinsi Sulawesi Tengah yang lebih maju dan sejahtera," tutup Reny.

Usai penyampaian laporan pemerintah daerah, rapat paripurna dilanjutkan sesuai agenda DPRD sebagai bagian dari mekanisme pengawasan terhadap pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026.

Editor : Annisa Wibdy
paripurna pendapatan daerah DPRD Sulteng APBD Sulteng Reny Lamadjido