Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Berani Sejahtera dan Makmur Dua Program Sepintas Mirip,  Namun Target dan Cara Beda, Perlu Model Sebagai Ukuran

Muchsin Siradjudin • Minggu, 19 April 2026 | 15:59 WIB

 

Dr. H. Hasanuddin Atjo (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
Dr. H. Hasanuddin Atjo (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

Oleh: Hassnuddin Atjo *)

PROGRAM Sembilan  Berani Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. H. Anwar Hafid  dan wakilnya dr. Reny Lanadjido, memasuki tahun kedua.  Kesembilan program itu berjalan secara paralel untuk mencapai target masing masing.

Sinkronisasii program 9 Berani itu, terus dilakukan TP4  (Tim Percepatan Program Prioritas Penbangunan) Prov. Sulawesi Tengah.  Harapannya agar terbangun pemahaman dan pola tindak yang sama dalam mengeksekusi  Program itu, agar berdampak percepatan capaian.

Berani Sejahtera dan Makmur merupakan dua program yang sepintas beda tipis.  Membuat sejumlah kalangan bertanya dimana perbedaan dari kedua program yang berkait dengan taraf hidup masyarakat.

Baca Juga: Peluncuran Buku “Berani Sehat dan Berani Berkah”, Gagasan Transformasi Kesehatan dan Spiritual dari Sulawesi Tengah 

Daerah ini  cukup terkenal, karena memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi mencapai  dua digit, jauh diatas Nasional.  

Ini sangat dipengaruhi industri  Pengolahan, Penggalian Nikel dan Gas serta PLTA. Meski pertumbuhan tinggi,  angka kemiskinannya  juga tinggi, mencapai dua digit, disebut peetumbuhan ekonomi yang anomali.   

Sementara itu kontribusi dari sektor pertanian, perikanan dan kehutanan (PPK) terus mengalami penurunan yang signifikan. Padahal  sektor ini menjadi tumpuan pekerjaan sekitar 65 persen  dari masyarakat  Sulteng yang di tahun 2025  berpenduduk (3,21 juta) jiwa.

Baca Juga: Ribuan Massa Ikuti Jalan Santai Penuh Makna Silaturahmi PW-IKIB, Bersama Pemerintah Kota Palu, OJK, BI, dan Perbankan

Berani Sejahtera lebih kepada bagaimana mengurangi angka kemiskinan di daerah ini  yang tergolong  tinggi dengan laju penurunan yang relatif rendah. Tahun 2024 angka kemiskinan berada dua digit (11,04 persen).

Strateginya antara lain berupa Intervensi kepada kelompok masyarakat berkategori miskin dalam bentuk bantuan dan  subsidi pangan, bedah rumah, bea siswa dan pemberdayaan bagi kelompok yang hampir keluar dari garis kemiskinan. 

Harapannya pada akhir tahun 2030 nanti, melalui eksekusi  dari program Berani Sejahtra,  angka kemiskinan  diturunkan berada pada angka satu digit yaitu antara 7,00 - 8,50 persen. Dan ini petlu kerja keras dan integrasi program/sektor.

Baca Juga: Ditolak Sekolah Lain, Anak Difabel Diterima di GKST Imanuel Palu: Tanpa Syarat Rumit

Selanjutnya  Berani Makmur lebih kepada peningkatan produktufitas sektor Pertanian dan Perikanan, terutama untuk  ketahanan dan  kemandirian pangan serta komoditi ekspor (Ipemasukan devisa). 

Transformasi  pengetahuan dan ketrampilan dalam rangka peningkatan produktifitas dan ekspor komoditi, dukungan infrastruktur  dan konektivitas serta  kelembagaan dalam upaya kemitraan dan akses pembiayaan menjadi strategi. 

Melalui implementasi program  Berani makmur, maka  pada akhir tahun 2030 produktifitas  padi naik dari 3 ton menjadi 6 ton per hektare per tahun. NTP semua sub sektor (NTP rata-rata) berada  di atas 100 persen yang selama ini belum pernah dicapai.

Baca Juga: BNI Janji Kembalikan Rp28 M Dana Gereja, Oknum Eks Pegawai Jadi Tersangka

Fiskal yang menurun karena  transfer  ke daerah  dipangkas  mempengaruhi  alokasi dana bagi kedua program ini. Sudah saatnya implementasi  Money follow fuction ( anggaran yang dibagi habis, orientasi output) ditinggalkan. 

Diganti Money Follow Program (anggaran berdasar proritas,  orientasi outcome). Paradigma ini dinilai  akan  mempercepat  capaian, meskipun tidak bisa memuaskan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Mengukur keberhasilan kedua program ini, perlu dicontohkan dengan model (pilot proyek) menggunakan wilayah terkecil  yaitu desa menjadi lokus dari masing masing program.

Baca Juga: Selat Hormuz Memanas, Iran Tembaki Kapal hingga Putar Balik—Ancaman Pasokan Minyak Dunia

Desa kategori tertinggal dan berkembang menjadi lokus implementasi Berani Sejahtera dengan OPD Pengampu Dinas Sosial  bersama Pemerintahan Desa dan didukung sejumlah OPD  Penunjang.

Selanjutnya Berani Makmur lokusnya Desa Maju dan Mandiri,  pengampu  OPD Pertanian dan Kelautan  Perikanan.

Diharap  catatan kecil ini bisa mentriger  para desainer  dan eksekutor program Berani, dan lebih khusus  Berani Sejahtera dan Makmur, merumuskan  model Impementatif dan bisa diukur.  SEMOGA.

 

*) Penulis adalah Pokja Berani Makmur, TP4.

Editor : Muchsin Siradjudin
#Program sembilan berani Gubernur Sulteng #Terbangun pemahaman pola tindak #Menjadi tumpuan pekerjaan #Keluar dari garis kemiskinan