Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Refleksi 62 tahun Sulawesi Tengah, Momentum Akselerasi  Sektor Agromaritim Yang Perlu Role Model

Muchsin Siradjudin • Minggu, 12 April 2026 | 19:46 WIB
Hasanuddin Atjo (FOTO: DOK PRIBADI/RADAR PALU).
Hasanuddin Atjo (FOTO: DOK PRIBADI/RADAR PALU).

Oleh: Hasanuddin Atjo *)

DAERAH yang persis terletak di tengah jazirah Pulau Sulawesi  dan dllintasi garis khatulistiwa  atau equator line, tidak lagi berusia mudah. Tahun  2026, tanggal 13 April merayakan hari jadi ke 62.

Daerah  ini tercatat sebagai  wilayah paling luas di Sulawesi (sekitar 35 persen). Tahun 2025 memiliki  penduduk mencapai  3,15 juta jiwa , peringkat ke 23 dari 38 Provinsi, dan ke 2 di Sulawesi, setelah Sulawesi Selatan (9,6 juta jiwa) 

Terkenal karena pernah mengalami bencana 3 dimensi di tahun 2018 yaitu gempa bumi, tsunami dan liquifaksi. Selain pengaruh itu, pertumbuhan ekonomi 2 digit dalam 10 tahun terakhir dampak investasi nikel, gas alam, dan PLTA,  melambungkan nama daerah ini pada level nasional dan global.

Baca Juga: HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Dorong Ekonomi lewat Expo

Dilain sisi,. aspek sosial masih menjadi masalah yang cukup serius. Antara lain IMM (indeks modal manusia), kemiskinan, stunting serta kesejahteraan petani nelayan yang relatif rendah dan perlu strategi yang  terukur.

Daerah ini menyimpan potensi Agromaritim, yang hingga saat ini belum dikelola  berorientasi industri.  Memiliki 4 kawasan pengenbangan, yaitu Selat Mskassar, Laut Sulawesi.  Teluk Tomini, dan Teluk Tolo yang diapit  ALKI II dan ALKI III. 

Kaya sumberdaya dan posisi strategis menjadi modal dasar mengembangkan Agromaritim sebagai salah satu lokomotif  ekonomi masyarakat Sulawesi Tengah, yang mendekati 65 persen bekerja pada sektor ini.

Baca Juga: Pameran UMKM Ramaikan HUT Sulteng, Dongkrak Perputaran Ekonomi
  
Harus dipahami Agromaritim adalah konsep  terintegrasi  antara sektor Pertanian (Agro) dan sektor Kelautan/Perikanan (Maritim) yang selama ini telah dikembangkan tetapi parsial belum berbasis kawasan. Baik di pusat apalagi di daerah.

Pendekatan ini, memandang daratan dan lautan merupalan satu kesatuan dalam produksi, distribusi, dan konservasi yang berkelanjutan. Tidak saling mematikan. Pola ruang  dan tataruang jangan  dilanggar.

Dari 4 Kawasan, seyogianya  dipilih salah satunya  menjadi role model. Kawasan Teluk Tomini dipandang paling ideal, karena sumberdayanya yag lengkap baik agro dan maritim
serta perikanan.

Baca Juga: Dukung UMKM dan Ekonomi Lokal, PSMTI Sulteng Bagikan Ribuan Konsumsi di Haul Guru Tua

Kawasan ini juga menjadi lebih strategis oleh hadirnya Proyek Strategis Nasional (PSN) lain seperti PLTA Poso, Neo Energi Parimo Industrial Estate, atau NEPIE Siniu, destinasi Togean, kawasan perkebunan durian, padi,  jalan bebas hambatan Tambu - Kasimbar dan usaha tambak udang modern.

Syarat  menjadi kawasan industri agromaritim telah dipenuhi dan didukung oleh ketersediaan listrik ( PLTA Poso dan Sigi) untuk produks dan hilirisasi.

Demikian pula halnya dengan konektivitas dan logistik yang selama menjadi salah satu Soal.

Baca Juga: Angka Kemiskinan Turun, Morut Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sulteng

Bandara Mutiara SIS Al-Jufri yang naik status jadi  Bandara Internasional, pengembangan pelabuhan laut Pantiloan dan Donggala dinilai mendukung berkembangnya  industri agromaritim dengan prinsip blue dan green economy agar berkelanjutan.
 
Keberhasilan dari Role Model ini ditentukan kualitas sinergi internal dan eksternal. Secara internal bsgaimana prpgram 9 Berani (Cerdas, Sehat, Lancar, Terang dan Berani Melayani ) mendukung  program  Berani Makmur 

Secara eksternal masyarakat, pelaku usaha, Perbankan dan akademisi berada dalam satu koridor pemikiran dan tindak mendorong lahirnya  industri agromaritim berdaya saing dan berkelanjutan.

Baca Juga: Ekonomi Sulteng 2026 Diproyeksi Melambat, Inflasi Desember Terendah dalam 15 Tahun

Terakhir, diyakini  "ditangan dingin" Gubernur Anwar Hafid dan wakilnya Reny Lamadjido  bahwa harapan  tersebut bisa terwujud. Karena peta jalan sudah tepat diawali perbaikan SDM dan diikuti infrastruktur dasar.(***)

 

*) Penulis adalah mantan Kepala Bappeda Sulteng, pakar udang vaname, analis serta pemerhati ekonomi pembangunan global. 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Momentum akselerasi Sulteng #Alami tiga dimensi kebencanaan #Daratan dan lautan satu kesatuan #Menjadi role model