Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Hadiah HUT Sulteng ke 63: Kehadiran PSN PLTA Sigi dan NEPIE Parimo, Akan Memberi Dampak Percepatan Realisasi Sembilan Berani

Muchsin Siradjudin • Jumat, 10 April 2026 | 10:18 WIB

 

Dr. Hasanuddin Atjo (FOTO: DOK PRIBADI/RADAR PALU).
Dr. Hasanuddin Atjo (FOTO: DOK PRIBADI/RADAR PALU).

Oleh: Hasanuddin Atjo *)

DUA Proyek Strategis Nasional  sedang berproses di Sulawesi Tengah, yaitu Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kabupaten Sigi, dan  Pembangunan Industri Baterai Lithium  berbahan baku nikel di Neo Energi Parimo Industrial  Estate  (NEPIE)  Siniu.

Listrik kategori green energi ini diperkirakan berkapasitas 319 Megawaat. Separuh dipakai  mensuplai kebutuhan energi  kawasan NEPIE.

Selebihnya  untuk kebutuhan di Sulawesi Tengah khususnya kawasan Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong.

Baca Juga: Dorongan Akuisisi PT GNI Menguat, DPRD Sulteng Minta Pemerintah Selamatkan Buruh dan Kedaulatan Ekonomi

TP4 (Tim Percepatan Proriitas Pembangunan  Provinsi) yang dibentuk oleh Gubernur Anwar Hafid , sementara  merancang sinkronisasi program strategis tersebut terhadap percepatan capaian program 9 Berani.

Ketersediaan listrik terbarukan  dan baterai lithium sebagai motor penggerak  yang ramah lingkungan, telah teragenda untuk disusun  peta manfaat fungsionalnya, agar menjadi salah satu referensi akselerasi investasi dan pengembangan sektor lain. Tidak mengulangi lagi kekeliruan sebelumnya.

Sulawesi Tengah  kehilangan momentum atas kehadiran beberapa proyek Strategis sebelumnya,  seperti industri  Gas Dongisinoro  di Luwuk, PLTA Poso (kapasitas 515 MW, terbesar di Sulawesi)  serta Industri Nikel di Morowali dan Moriwali Utara.

Baca Juga: Kuartal I 2026, Ekonomi RI Tembus 5,5 Persen Meski Global Lesu

Sejumlah  manfaat  yang bisa lahir dari keberadaan dua PSN baru, diantaranya percepatan realisasi bypass  Kasimbar  dan Tambu, menghubungkan Teluk Tomini (ALKI III)  dan Selat  Makassar  (ALKI II), serta peningkatan akses dari Teluk Tolo ke Teluk Tomini untuk kelancaran suplai nikel.

Ini mendorong  kinerja Berani lancar yang sekaligus menjadi bagian integral dari program 1000 km  Tol Desa, akses ke Kawasan Agropolitan (Durian,  Kelapa dalam), Agromaritim (rumput laut, Tuna-Tingkol-Cakalang)  yang  pada saat ini menjadi prioritas Nasional .

Pengembangan sektor pangan  dalam hal ini Berani Makmur dengan tagline Panen Raya dan tangkap banyak mesti dirancang dengan pendekatan mekanisasi memanfaarkan teknologi pertanian modern.

Baca Juga: Pameran UMKM Ramaikan HUT Sulteng, Dongkrak Perputaran Ekonomi

Menggerakkan traktor dan mesin pertanian lainnya sudah saatnya dirancang memakai  tenaga penggerak baterai.

Demikian pula dengan kapal nelayan skala kecil.  Sangat relevan menghadapi tuntutan green energi dan tantangan krisis energi fosil.

Dukungan inovasi dan riset jadi kebutuhan mendesak. Ini bisa diintegrasikan dengan program Berani Cerdas yang  saat ini lagi jadi salah satu prioritas utama.  Berani cerdas saatnya lebih diarahkan pada kebutuhan yang spesifik.

Baca Juga: Jembatan Lembobelala Dorong Ekonomi Pertanian Warga Morowali Utara

Selain itu, keberadaan kedua PSN ini akan menambah dana bantuan CSR ( Community Social Responsibility)  yang saat ini sangat dibutuhkan karena kapasitas  fiskal daerah yang terus menurun akibat pemangkasan dana transfer Pemerintah Pusat.

Terakhir membangun Sulteng melalui program 9 Brrani, tidak bisa lepas dari peran Investasi swasta. Melibatkan asosiasi seperti Kadin dan Hipmi dalam menyusun bagaimana peta manfaat fungsional PSN dan implementasinya, diperlukan. Semoga.

*) Penulis adalah mantan Kepala Bappeda Sulteng, pakar udang vaname, dan pemerhati ekonomi pembangunan.

Editor : Muchsin Siradjudin
#Green energi #Percepatan bypass Kasimbar Tambu #Kinerja Berani lancar #Proyek strategis nasional