Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Intervensi Gizi pada Ibu Hamil KEK: Upaya Menekan Risiko Bayi Berat Lahir Rendah

Talib • Minggu, 8 Maret 2026 | 21:23 WIB

Azhar dan Siti Rahma Has Ro'E
Azhar dan Siti Rahma Has Ro'E

Oleh: Azhar (1) dan Siti Rahma Has Ro'E (2).

Kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah gizi yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR).

Kondisi ini terjadi ketika ibu tidak mendapatkan asupan energi dan protein yang cukup dalam waktu lama, sehingga berdampak pada pertumbuhan janin selama kehamilan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan status gizi kurang memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram.

Baca Juga: Program Cluster Cabai PT CPM Berbuah Hasil, 1.400 Pohon Cabai Dipanen Perdana di Poboya

Oleh karena itu, intervensi gizi menjadi langkah penting untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan dalam program kesehatan ibu adalah pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil yang mengalami KEK.

Program ini bertujuan meningkatkan asupan energi dan protein sehingga kebutuhan nutrisi selama kehamilan dapat terpenuhi.

Baca Juga: Harga Ikan, Beras dan Cabai Dorong Inflasi Sulteng 5,33 Persen

Dalam beberapa studi yang dibahas pada artikel jurnal, pemberian PMT terbukti mampu meningkatkan berat badan ibu selama masa kehamilan serta memperbaiki status gizi ibu yang sebelumnya mengalami defisit energi dan protein.

Data penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan KEK memiliki peluang lebih besar mengalami persalinan dengan bayi BBLR dibandingkan ibu dengan status gizi normal.

Setelah intervensi berupa PMT diberikan secara teratur, terjadi peningkatan asupan energi dan protein yang berdampak pada perbaikan indikator kesehatan ibu.

Baca Juga: CSR PT Letawa Perbaiki Jalan Desa Tikke 3 Km, Akses Sekolah dan Ekonomi Warga Kini Lebih Lancar

Hal ini menunjukkan bahwa intervensi gizi tidak hanya memperbaiki kondisi ibu, tetapi juga berpengaruh pada pertumbuhan janin.

Selain itu, peningkatan berat badan ibu selama kehamilan menjadi indikator penting keberhasilan program PMT.

Ibu yang mendapatkan tambahan asupan gizi secara teratur cenderung mengalami peningkatan berat badan yang lebih baik dibandingkan dengan ibu yang tidak mendapatkan intervensi.

Baca Juga: Kemenkes Waspadai Lonjakan Campak, 2025 Tercatat 116 KLB

Kondisi ini berkorelasi dengan meningkatnya peluang bayi lahir dengan berat badan normal.

Meskipun demikian, keberhasilan program PMT tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan tambahan, tetapi juga pada kepatuhan ibu dalam mengonsumsi makanan tersebut serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan.

Edukasi gizi yang berkelanjutan perlu diberikan agar ibu memahami pentingnya pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan.

Baca Juga: BRIN Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Kian Meningkat

Dengan demikian, pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dengan KEK merupakan strategi yang efektif untuk menurunkan risiko kejadian BBLR.

Upaya ini perlu terus diperkuat melalui program kesehatan masyarakat yang terintegrasi, mulai dari pemantauan status gizi ibu hamil, pemberian intervensi gizi yang tepat, hingga edukasi mengenai pola makan sehat selama kehamilan.

Dengan pendekatan yang komprehensif, diharapkan angka kejadian BBLR dapat ditekan dan kualitas kesehatan ibu serta bayi dapat meningkat. (*)

Penulis 1 dan 2 merupakan Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu. ***

Editor : Talib
#ibu hamil #gizi #kesehatan #bayi