RADAR PALU— Persaingan atlet pelajar dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah mulai bergulir di Kabupaten Buol. POPDA XXIV Sulawesi Tengah 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi panggung untuk menemukan talenta yang bisa diproyeksikan menuju PON 2028.
POPDA XXIV resmi dibuka Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid di Alun-Alun Kantor Bupati Buol, Selasa (25/8/2026) malam.
Kontingen dari kabupaten/kota se-Sulteng hadir dengan membawa atlet, pelatih, ofisial dan pendamping. Masyarakat Buol juga memadati lokasi pembukaan.
Baca Juga: Banjir Bandang Avolua, BPBD Sulteng: 68 KK Terdampak, 55 Rumah Terendam dan 12 Rusak
Di balik kemeriahan pembukaan, ada target yang lebih besar sedang dibangun. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ingin menjadikan POPDA sebagai salah satu tahapan untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus mencari atlet potensial.
Target 10 Besar PON 2028
Sulawesi Tengah membidik posisi 10 besar peraih medali emas pada PON 2028 di Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Al-Azhar Mandiri Palu Gelar Maulid Nabi, Tekankan Pentingnya Pendidikan Akhlak
Anwar mengatakan target tersebut membutuhkan proses pembinaan sejak usia pelajar. Karena itu, atlet yang tampil di POPDA diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Saya berharap POPDA ini melahirkan atlet-atlet yang nantinya menjadi bagian penting dalam upaya menjadikan Sulawesi Tengah sebagai salah satu provinsi yang mampu meraih 10 besar pada PON 2028,” kata Anwar.
POPDA dengan demikian menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan atlet muda Sulteng. Mereka yang tampil menonjol berpeluang mendapat perhatian lebih dalam proses pembinaan olahraga berikutnya.
Bukan Sekadar Mengejar Medali
Anwar meminta para atlet tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
Menurut dia, sportivitas tetap menjadi bagian penting dari pertandingan. Atlet juga diminta menjaga keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Hunian, Kampung Nelayan Buol Disiapkan untuk Ekonomi
“Hanya yang terbaiklah yang berhak menjadi juara. Tampilkan kemampuan semaksimal mungkin, tetapi tetap junjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, status sebagai atlet pelajar membuat peserta POPDA memiliki dua tanggung jawab yang sama pentingnya.
“Pendidikan di sekolah dan pendidikan olahraga sama-sama penting untuk meraih kesuksesan,” kata Anwar.
Baca Juga: Banjir Rendam Desa Avolua, Air Sungai Meluap ke Jalan dan Permukiman
Buol Perkuat Persaudaraan Pelajar
POPDA XXIV juga menjadi momentum mempertemukan pelajar dari berbagai kabupaten/kota di Sulteng.
Anwar berharap kedatangan kontingen ke Buol tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memperkuat hubungan antarpelajar.
“Saya berharap POPDA ini tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga mempererat persaudaraan kita,” tuturnya.
Bagi Buol, penyelenggaraan POPDA juga menjadi kesempatan menunjukkan dukungan masyarakat terhadap olahraga. Antusiasme warga terlihat dalam pembukaan yang berlangsung semarak.
Kini, perhatian beralih ke arena pertandingan. Para atlet pelajar akan berjuang membawa nama daerah masing-masing sekaligus menunjukkan apakah mereka memiliki potensi untuk menjadi generasi baru olahraga Sulawesi Tengah.
Dari Buol, perjalanan menuju target besar PON 2028 mulai dipertaruhkan.***
Editor : Muhammad Awaludin