RADAR PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mendorong turnamen voli di daerah tidak berhenti sebagai ajang perebutan juara, tetapi menjadi ruang pembinaan atlet muda.
Hal itu disampaikan Anwar saat menghadiri final sekaligus penutupan FR Cup Volleyball Tournament 2026 di Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (12/8/2026).
Menurut Anwar, kompetisi olahraga memiliki manfaat lebih luas karena dapat mempertemukan masyarakat sekaligus membangun semangat kebersamaan.
Baca Juga: Bosan Diabaikan, Warga Tanauge Mengadu ke DPRD Morut
“Turnamen seperti ini sangat baik karena bukan hanya mencari juara, tetapi bagaimana kita membangun kebersamaan, persaudaraan dan sportivitas melalui olahraga,” ujar Anwar.
Ia menilai semangat bertanding dan sportivitas yang ditunjukkan para peserta menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga di Sulawesi Tengah.
Anwar juga meminta atlet yang belum meraih kemenangan tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai alasan untuk berhenti berkembang.
Baca Juga: Pembangunan Pasar Tradisional Manonda 2 Masuk Tahap Lelang, Ditarget Rampung Desember 2026
Sebaliknya, pengalaman selama mengikuti kompetisi diharapkan menjadi modal untuk meningkatkan kemampuan dan kembali berprestasi pada turnamen berikutnya.
Gubernur pun berharap kegiatan olahraga seperti FR Cup dapat digelar secara berkelanjutan, terutama sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan.
“Yang terpenting adalah bagaimana kegiatan seperti ini terus hidup dan memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Anwar.
Kehadiran Anwar dalam penutupan turnamen turut didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan.
Masyarakat dan peserta turnamen menyambut antusias kehadiran orang nomor satu di Sulawesi Tengah tersebut dalam gelaran final FR Cup 2026.
Sementara itu, penyelenggara FR Cup 2026 Muhammad Fathur Razaq menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah, peserta, panitia, sponsor dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan turnamen.
Baca Juga: Kecelakaan Waopada Tewaskan Warga Parigi Moutong
Ia berharap berakhirnya FR Cup 2026 bukan menjadi akhir dari kegiatan olahraga di Ampibabo, tetapi menjadi pemicu lahirnya kompetisi lain yang lebih besar.
Dengan demikian, turnamen tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak ruang bagi atlet muda, khususnya di Parigi Moutong, untuk mengasah kemampuan dan mengejar prestasi di level yang lebih tinggi.***
Editor : Muhammad Awaludin