RADARPALU – Pep Guardiola resmi mengumumkan akan meninggalkan kursi pelatih Manchester City pada musim panas 2026 setelah menjalani satu dekade penuh kesuksesan bersama klub Premier League tersebut.
Keputusan itu diumumkan langsung Manchester City melalui situs resmi klub, Jumat (22/5/2026). Pelatih asal Spanyol tersebut akan mengakhiri masa baktinya setelah membawa City meraih 20 trofi mayor dan menjadi manajer tersukses dalam sejarah klub.
Meski mundur sebagai pelatih kepala, Guardiola dipastikan tetap berada di bawah naungan City Football Group dengan jabatan baru sebagai Global Ambassador.
Baca Juga: BRI Morowali dan BRI Life Serahkan Klaim Asuransi AMKKM Rp19,5 Juta kepada Ahli Waris Nasabah
Dalam peran tersebut, ia akan memberikan masukan teknis kepada klub-klub dalam jaringan CFG serta terlibat dalam berbagai proyek pengembangan sepak bola global.
“Tidak ada alasan khusus saya pergi. Tetapi jauh di dalam hati, saya tahu ini waktunya. Tidak ada yang abadi,” ujar Guardiola dalam pernyataan emosionalnya.
Guardiola pertama kali bergabung dengan Manchester City pada Juli 2016. Selama 10 tahun menangani The Citizens, ia berhasil mengubah City menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.
Baca Juga: PSM Resmi Berkibar di Sulteng-Sulbar, Fokus Cetak Atlet dan Lestarikan Budaya
Di bawah kepemimpinannya, Manchester City meraih enam gelar Premier League, satu Liga Champions, tiga Piala FA, lima Carabao Cup, satu Piala Dunia Antarklub FIFA, satu UEFA Super Cup, serta tiga Community Shield.
Pelatih berusia 55 tahun itu juga menciptakan sejumlah rekor bersejarah di Premier League. Salah satunya saat City meraih 100 poin pada musim 2017/2018, yang hingga kini masih menjadi rekor tertinggi dalam sejarah kompetisi.
Musim 2022/2023 menjadi salah satu pencapaian terbesar Guardiola setelah membawa City meraih treble winners melalui gelar Premier League, Liga Champions, dan Piala FA.
Chairman Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, menyebut Guardiola sebagai sosok transformasional yang tidak hanya mengubah klub, tetapi juga memberi pengaruh besar terhadap perkembangan sepak bola modern.
“Pep tidak hanya membuat Manchester City lebih baik, tetapi juga membuat sepak bola menjadi lebih baik,” ujar Khaldoon.
CEO Manchester City, Ferran Soriano, juga menyebut Guardiola sebagai legenda klub yang meninggalkan warisan luar biasa.
Baca Juga: Kenapa Hujan Ekstrem Masih Terjadi Saat Sinyal El Niño Sudah Datang?
“Warisan Pep sangat luar biasa dan pengaruhnya akan terus dirasakan dalam sejarah Manchester City,” katanya.
Guardiola dijadwalkan menjalani laga terakhirnya bersama Manchester City saat menghadapi Aston Villa akhir pekan ini. Pertandingan tersebut akan menjadi laga ke-593 sekaligus penutup era emas Guardiola di Etihad Stadium.(*)
Editor : Mugni Supardi