Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Tottenham Masih di Ujung Tanduk, De Zerbi: Laga Terakhir Kontra Everton adalah Final

Mugni Supardi • Rabu, 20 Mei 2026 | 08:14 WIB
Pelatih Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi.(Twitter/@spursofficial)
Pelatih Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi.(Twitter/@SpursOfficial)

RADARPALU – Pelatih Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, menegaskan timnya harus tetap menjaga harga diri dan martabat klub meski kalah 1-2 dari Chelsea dalam lanjutan Premier League di Stamford Bridge, Selasa (19/5/2026) malam waktu setempat.

Kekalahan tersebut membuat Spurs masih berada dalam ancaman degradasi jelang laga terakhir musim ini. De Zerbi menilai pertandingan kontra Everton akhir pekan nanti jauh lebih penting dibanding membicarakan peluang trofi atau kontroversi wasit.

“Saya pikir laga hari Minggu adalah final bagi Tottenham, bukan final Bilbao melawan Manchester United. Yang paling penting adalah harga diri, sejarah klub, dan martabat,” ujar De Zerbi dalam konferensi pers usai pertandingan.

Baca Juga: Derby London Milik Chelsea, Tottenham Terancam Degradasi

Menurutnya, trofi bukan segalanya dalam sepak bola. Ia ingin para pemain tetap mengakhiri musim dengan kepala tegak meski berada dalam situasi sulit.

“Trofi bisa dimenangkan atau kalah, hidup Anda tidak berubah. Tapi menjaga martabat dan kebanggaan klub itu yang paling penting,” katanya.

Dalam pertandingan tersebut, Spurs sebenarnya tampil cukup baik dan sempat menciptakan sejumlah peluang emas. Mathys Tel hampir membuka keunggulan di awal laga sebelum Chelsea mencetak gol melalui Enzo Fernandez.

Baca Juga: Kejati Sulteng Musnahkan 3,2 Juta Batang Rokok Ilegal, Ada Merek Boss Caffe Latte hingga Smith Bold

De Zerbi menilai timnya tampil lebih agresif pada 20 menit terakhir pertandingan. Ia berharap semangat dan energi tersebut bisa kembali terlihat saat menghadapi Everton dalam laga penentuan nasib Spurs di Premier League.

“Saya ingin jika kami bermain seperti 20 menit terakhir ini pada hari Minggu nanti. Kami menunjukkan energi, semangat, dan sesuatu yang lebih,” ujarnya.

Mantan pelatih Brighton itu juga memastikan seluruh pemain memahami tekanan besar yang dihadapi klub saat ini. Ia mengaku selama 45 hari terakhir hanya fokus menyelamatkan Tottenham dari degradasi.

 

“Saya hidup hanya untuk Tottenham. Semua pemain fokus pada target kami dan bekerja keras setiap pekan,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai insiden penalti yang melibatkan Micky van de Ven, De Zerbi memilih tidak memperpanjang polemik wasit. Ia menegaskan fokus utama tim saat ini adalah mempersiapkan laga terakhir musim ini.

“Kalau terus membahas penalti, kami kehilangan fokus dan energi. Fokus saya sekarang adalah pertandingan hari Minggu,” pungkasnya.(*)

Editor : Mugni Supardi
#Tottenham degradasi #Roberto De Zerbi #Premier League 2026 #Tottenham vs Chelsea #Chelsea 2-1 Spurs