RADARPALU – Persija Jakarta memasuki fase penentuan dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/26.
Dengan hanya menyisakan empat pertandingan, peluang Macan Kemayoran untuk menjadi juara masih terbuka, meski tidak sepenuhnya berada di tangan sendiri.
Persija akan menghadapi rangkaian laga krusial mulai dari Persijap Jepara (4/5), Persib Bandung (10/5), Persik Kediri (16/5), hingga Semen Padang FC (23/5). Seluruh pertandingan tersebut menjadi penentu nasib tim ibu kota di akhir musim.
Gelandang Persija, Rayhan Hannan, menegaskan timnya memilih fokus pada performa sendiri ketimbang memikirkan hasil pesaing di papan atas, seperti Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda.
“Kami hanya ingin fokus dengan game-game kami, memberikan yang terbaik, dan nanti kita lihat hasilnya di akhir musim,” ujar Rayhan.
Senada dengan itu, pelatih Persija Mauricio Souza menyadari bahwa peluang juara tidak sepenuhnya berada dalam kendali timnya.
Baca Juga: Bus Jemaah Indonesia Kecelakaan di Madinah, 10 Orang Luka
Namun, ia tetap menekankan pentingnya menyelesaikan tugas dengan maksimal di setiap pertandingan.
“Kompetisi ini tidak hanya bergantung pada kami. Kami harus melakukan bagian kami, dan jika Tuhan menghendaki kami menjadi juara, itu akan terjadi,” ucap pelatih asal Brasil tersebut.
Situasi klasemen membuat Persija harus bergantung pada hasil tim lain. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan ambisi tim untuk menutup musim dengan hasil terbaik.
Dengan empat laga tersisa, konsistensi menjadi kunci. Jika mampu menyapu bersih pertandingan, peluang Persija tetap terbuka, meski harus menunggu hasil dari para rival di jalur juara.(*)
Editor : Mugni Supardi