RADARPALU – Bintang muda FC Barcelona, Lamine Yamal, kembali menorehkan sejarah gemilang.
Pemain berusia 18 tahun itu dinobatkan sebagai Laureus World Young Sportsperson of the Year dalam ajang Laureus World Sports Awards 2026 yang digelar di Palacio de Cibeles, Madrid, Senin (20/4) waktu setempat.
Penghargaan ini menjadi edisi perdana untuk kategori atlet muda terbaik dunia di bawah usia 21 tahun. Dewan juri menilai Yamal tidak hanya tampil impresif sepanjang tahun, tetapi juga memberi dampak besar bagi perkembangan sepak bola global.
Baca Juga: Viral! Anak Sekolah Seberangi Sungai Pakai Sling, 5 Bulan Pascabencana Masih Bertaruh Nyawa
Penghargaan tersebut melengkapi pencapaian luar biasa Yamal sepanjang 2025. Ia menjadi salah satu kunci keberhasilan Barcelona meraih treble domestik, yakni gelar La Liga, Copa del Rey, dan Supercopa de Espana.
Secara individu, Yamal juga mencatatkan sejumlah rekor penting. Ia telah meraih dua trofi Kopa Trophy serta finis sebagai runner-up Ballon d’Or di usia 18 tahun, menjadikannya pemain termuda yang mencapai prestasi tersebut.
Tak hanya itu, penghargaan Laureus 2026 membuat Yamal menjadi atlet termuda yang berhasil mengoleksi dua penghargaan Laureus. Sebelumnya, ia juga memenangkan kategori Breakthrough of the Year pada 2025.
Baca Juga: Belanja OPD Disorot, Pansus DPRD Palu Bedah LKPJ 2025
Yamal hadir langsung menerima penghargaan di Madrid. Sementara itu, rekan satu klubnya di Barcelona Femeni, Aitana Bonmatí, harus puas gagal meraih gelar Atlet Wanita Terbaik Dunia yang jatuh kepada petenis Aryna Sabalenka.
Secara keseluruhan, ini merupakan penghargaan Laureus kedelapan dalam sejarah FC Barcelona. Sebelumnya, legenda klub Johan Cruyff pernah meraih dua penghargaan, termasuk Lifetime Achievement Award (2006) dan Spirit of Sport Award (2016).
Barcelona juga pernah dinobatkan sebagai Tim Terbaik Dunia 2012, serta menerima penghargaan atas kerja sama dengan UNICEF pada 2007.
Prestasi Yamal menjadi bukti keberhasilan La Masia dalam melahirkan talenta kelas dunia yang mampu bersinar di usia muda sekaligus membawa dampak besar bagi klub dan sepak bola global.(*)
Editor : Mugni Supardi