RADAR PALU - Turnamen futsal Sampesuvu Cup (BSC) IX resmi bergulir di Gelora Bumi Kaktus (GBK) Palu, 9–23 April 2026. Ajang tahunan ini diikuti 1.120 pelajar dari berbagai daerah di Sulawesi.
Geliat futsal pelajar di Sulawesi Tengah kembali meningkat. Sampesuvu Cup IX yang digagas OSIS SMAN 1 Palu (Smansa) tahun ini mencatat lonjakan peserta signifikan.
Total 80 tim ambil bagian, terdiri dari 41 tim SMA dan 39 tim SMP. Peserta datang dari berbagai daerah, seperti Mamuju, Tentena, Bungku, Banawa, hingga Parigi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulteng, Muchsin Husain Pakaya, yang hadir mewakili gubernur, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan turnamen ini.
Menurutnya, Sampesuvu Cup menjadi ruang pembinaan bagi bibit atlet muda untuk naik ke level lebih tinggi.
Baca Juga: Drawing FA Cup: Man City vs Southampton, Chelsea vs Leeds
“Saya tidak banyak memberikan sambutan. Adik-adik ini sudah gelisah, sudah mau menendang bola,” ujarnya disambut tawa peserta.
Ia juga mengingatkan pentingnya sportivitas selama pertandingan.
“Jaga sportivitas dan bangun silaturahmi antar daerah. Potensi futsal di Sulteng ini besar, bisa sampai nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Kepala SMAN 1 Palu, Dahlan Moh Saleh, mengaku jumlah peserta tahun ini di luar perkiraan. Meski berbarengan dengan kegiatan lain di sekolah, minat pelajar tetap tinggi.
“Pesertanya sampai 1.000 lebih dengan lebih dari 80 tim. Ini menunjukkan sosialisasi panitia berjalan baik dan antusias siswa sangat tinggi,” katanya.
Ia menilai turnamen ini juga menjadi wadah bagi siswa, termasuk kelas 12, untuk mengukur kemampuan dan menyalurkan energi positif usai ujian.
Baca Juga: Arsenal Tersingkir dari FA Cup, Tumbang dari Tim Divisi Dua Southampton
Ketua Panitia, Mohammad Andika, menjelaskan minat peserta sebenarnya lebih besar. Namun kuota dibatasi.
“Yang daftar sekitar 60 sekolah, tapi kita batasi 40 per jenjang. Siapa cepat dia dapat,” ujarnya.
Meski sempat menghadapi kendala teknis seperti perubahan jadwal akibat tim mundur, panitia optimistis turnamen berjalan lancar.
“Harapan kami tidak ada kericuhan dan event ini bisa terus berlanjut,” tutupnya.
Turnamen ini mempertegas posisi Palu sebagai salah satu pusat pembinaan futsal pelajar di kawasan timur Indonesia.***
Editor : Muhammad Awaludin