Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Lamine Yamal Kecam Chant Islamofobia Fans Spanyol: Tak Bisa Ditoleransi

Mugni Supardi • Jumat, 3 April 2026 | 00:12 WIB
Lamine Yamal.(Instagram/@lamineyamal)
Lamine Yamal.(Instagram/@lamineyamal)

 

RADARPALU – Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, angkat bicara terkait insiden rasisme dan Islamofobia yang terjadi dalam laga persahabatan antara Spanyol melawan Mesir pada akhir Maret lalu.

Dalam pertandingan yang digelar Rabu (1/4/2026), sebagian oknum suporter Spanyol terdengar menyanyikan chant bernada ofensif yang menyebut agama Islam.

Yel-yel tersebut berbunyi, “siapa yang tidak melompat adalah Muslim”, yang ditujukan kepada tim lawan.

Baca Juga: Dipuji Akun Wembley, Suporter Jepang Bersihkan Tribun Usai Kalahkan Inggris

Pernyataan tegas pun disampaikan Yamal melalui akun media sosialnya, seperti dikutip dari jurnalis Fabrizio Romano.

“Saya seorang Muslim, alhamdulillah. Kemarin di stadion terdengar chant ‘yang tidak mencemooh adalah Muslim’. Saya tahu itu ditujukan kepada tim lawan dan bukan kepada saya, tetapi sebagai seorang Muslim, itu tetap merupakan bentuk tidak hormat dan tidak bisa ditoleransi,” tegas Yamal.

Pemain muda Barcelona itu juga menilai penggunaan agama sebagai bahan ejekan di stadion mencerminkan sikap yang tidak pantas.

Baca Juga: Terpendam Ribuan Tahun, Lembah Napu Simpan Misteri ‘Piramida Nusantara’

“Saya paham tidak semua suporter seperti itu. Tapi bagi mereka yang menyanyikannya, menggunakan agama sebagai bahan lelucon di stadion hanya membuat kalian terlihat bodoh dan rasis,” lanjutnya.

Yamal menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk menikmati permainan, bukan ajang untuk merendahkan identitas atau keyakinan seseorang.

“Sepak bola adalah untuk dinikmati dan didukung, bukan untuk tidak menghormati orang lain karena siapa mereka atau apa yang mereka yakini,” ujarnya.

Meski demikian, ia tetap menyampaikan apresiasi kepada para suporter yang memberikan dukungan secara positif dalam pertandingan tersebut.

Insiden ini kembali memicu sorotan terhadap isu rasisme dan diskriminasi di sepak bola Eropa, yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bagi federasi dan pemangku kepentingan olahraga.(*)

Editor : Mugni Supardi
#Lamine Yamal rasisme #Yamal kecam Islamofobia #fans Spanyol chant Muslim #Spanyol vs Mesir rasisme #chant rasis stadion