RADARPALU – Timnas Italia menghadapi ujian krusial saat bertandang ke markas Bosnia & Herzegovina dalam laga final playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa, Rabu (1/4) dini hari WIB.
Pertandingan yang digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica ini menjadi penentu nasib Gli Azzurri: kembali ke Piala Dunia atau kembali absen untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Laga ini berstatus single match, di mana pemenang langsung mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 dan bergabung di Grup B bersama Kanada, Swiss, dan Qatar.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Italia datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan Irlandia Utara 2-0 di semifinal playoff. Gol Sandro Tonali dan Moise Kean memastikan langkah tim asuhan Gennaro Gattuso ke partai penentuan.
Di sisi lain, Bosnia & Herzegovina juga menunjukkan mental kuat setelah menumbangkan Wales melalui drama adu penalti 4-2.
Tim asuhan Sergej Barbarez masih mengandalkan striker veteran Edin Džeko yang meski telah berusia 40 tahun, tetap menjadi ancaman serius di lini depan.
Baca Juga: UMKM Taman Lasoso Berbenah, Transaksi Kini Pakai QRIS
Secara statistik, Italia lebih unggul dalam rekor pertemuan. Dari enam laga sejak 1996 hingga 2024, Italia mencatat empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Pertemuan terakhir pada Juni 2024 juga dimenangkan Italia dengan skor tipis 1-0.
Meski demikian, tekanan besar justru berada di kubu Italia. Trauma gagal lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022 masih membayangi.
Kekalahan di laga ini akan memperpanjang puasa tampil di ajang terbesar sepak bola dunia menjadi tiga edisi berturut-turut—sebuah catatan kelam bagi tim sekelas Italia.
Faktor lain yang patut diperhatikan adalah penunjukan wasit Clement Turpin (Prancis), yang sebelumnya memimpin laga saat Italia tersingkir secara mengejutkan dari Makedonia Utara di playoff 2022.
Bermain di hadapan publik sendiri, Bosnia diprediksi tampil tanpa beban dan berpotensi menyulitkan Italia. Dukungan suporter di Zenica bisa menjadi energi tambahan bagi tuan rumah untuk menciptakan kejutan.
Jika melihat kualitas skuad dan pengalaman, Italia tetap difavoritkan. Namun, karakter laga hidup-mati membuat segala kemungkinan terbuka.(*)
Editor : Mugni Supardi