RADAR PALU – Tottenham Hotspur kian terpuruk di penghujung musim 2025/2026. Tidak hanya terjebak di papan bawah Liga Inggris, Spurs juga datang dengan modal performa buruk dalam beberapa pertandingan terakhir.
Hingga pekan ke-31, Tottenham berada di posisi ke-17 dengan 30 poin, hanya terpaut satu angka dari zona degradasi. Tekanan semakin besar setelah rentetan hasil negatif yang mereka alami dalam sebulan terakhir.
Di Liga Premier, Spurs menelan kekalahan telak 1-4 dari Arsenal pada 23 Februari, disusul kekalahan 1-2 dari Fulham (1 Maret), dan kembali tumbang 1-3 saat menjamu Crystal Palace (6 Maret).
Petaka berlanjut di kompetisi Eropa. Tottenham dihajar Atletico Madrid 2-5 pada leg pertama babak gugur Liga Champions (11 Maret).
Meski sempat memberi perlawanan di leg kedua dengan menang 3-2, Spurs tetap tersingkir dengan agregat 5-7 pada 19 Maret.
Kembali ke Liga Inggris, Tottenham hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Liverpool pada 16 Maret. Namun hasil tersebut gagal menjadi momentum kebangkitan setelah mereka kembali dipermalukan Nottingham Forest dengan skor 0-3 pada 22 Maret.
Rangkaian hasil ini menunjukkan inkonsistensi yang serius, terutama di lini pertahanan yang terus kebobolan dalam jumlah besar.
Dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi, Tottenham hanya meraih satu kemenangan, satu imbang, dan lima kekalahan.
Situasi ini membuat Spurs kini berada di ujung tanduk. Dengan tujuh pertandingan tersisa, setiap laga menjadi penentuan bagi nasib mereka di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Jika tren negatif ini terus berlanjut, Tottenham berpotensi mencatat salah satu musim terburuk dalam sejarah klub dengan ancaman nyata turun ke Championship.(*)
Editor : Mugni Supardi