RADAR PALU – Final Piala Liga Inggris (Carabao Cup) 2026 akan mempertemukan dua raksasa Premier League, Arsenal dan Manchester City, di Stadion Wembley, Senin dini hari pukul 00.30 WITA.
Laga ini bukan sekadar perebutan trofi, tetapi juga pertarungan momentum dalam perburuan gelar musim ini.
Arsenal datang dengan kepercayaan diri tinggi. The Gunners tengah berada dalam tren positif setelah mencatat empat kemenangan beruntun di liga.
Dari lima laga terakhir di semua ajang, Arsenal meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang, termasuk kemenangan 2-0 atas Everton.
Sebaliknya, Manchester City menunjukkan performa yang kurang konsisten. Dalam lima pertandingan terakhir, tim asuhan Pep Guardiola hanya meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan.
Teranyar, City ditahan West Ham 1-1 dan tersingkir dari Liga Champions usai kalah 1-2 dari Real Madrid.
Namun, bicara pengalaman di final, Manchester City jelas unggul. The Citizens telah mencapai 10 final Piala Liga dan sukses meraih 8 gelar. Bahkan, mereka sempat mencatatkan rekor empat kali juara beruntun pada periode 2018–2021.
Sementara itu, Arsenal terakhir kali mengangkat trofi kompetisi ini pada musim 1992/1993. Saat itu, mereka mengalahkan Sheffield Wednesday 2-1 di Wembley.
Meski demikian, Arsenal punya modal penting: dominasi dalam pertemuan terkini. Dalam enam pertemuan terakhir melawan City di semua kompetisi, Arsenal tidak terkalahkan. Bahkan, dari lima pertemuan terakhir, Arsenal meraih dua kemenangan dan tiga hasil imbang.
Pada pertemuan musim ini di Premier League, kedua tim bermain imbang 1-1 pada September 2025.
Secara keseluruhan, rekor head-to-head masih berpihak pada Manchester City dengan 24 kemenangan, berbanding 15 milik Arsenal, sementara 11 laga berakhir imbang.
Final ini juga sarat kepentingan psikologis. Arsenal yang saat ini memimpin klasemen Premier League dengan keunggulan sembilan poin atas City ingin mempertegas dominasi mereka musim ini sekaligus mengakhiri puasa trofi sejak 2020.
Di sisi lain, Manchester City berambisi bangkit setelah kegagalan di Liga Champions dan menjadikan Carabao Cup sebagai titik balik perburuan gelar.
Dengan performa terkini yang kontras, sejarah yang kuat dari City, serta tren positif Arsenal, final di Wembley diprediksi berlangsung ketat dan penuh tensi.(*)
Editor : Mugni Supardi