RADAR PALU – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tengah resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan KONI Kota Palu periode 2025–2029, Rabu (4/3), di Kantor KONI Sulteng. Penyerahan ini menandai berakhirnya polemik organisasi sekaligus menjadi momentum konsolidasi menjelang agenda olahraga ke depan.
Wakil Ketua Umum I KONI Sulawesi Tengah, Helmi Umar, menegaskan bahwa dinamika yang terjadi murni proses organisasi.
“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama berbenah diri. Bicara olahraga itu bicara merah putih. Olahraga adalah alat pemersatu bangsa,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar persoalan yang sempat bergulir tidak menyeret olahraga ke ranah politik.
“Jangan kita kontaminasi antara politik dan olahraga. Politik itu di jalurnya, olahraga juga di jalurnya. Kalau kita padukan, dana yang seharusnya untuk prestasi bisa habis karena dicampur urusan lain,” tegas Helmi.
Sengketa sebelumnya bermula dari adanya gugatan salah satu kandidat dalam musyawarah KONI Kota Palu. Proses tersebut sempat dimediasi oleh KONI Pusat pada 13 Februari lalu. Setelah melalui audiensi dan kajian sesuai AD/ART, KONI Pusat akhirnya mencabut surat pembentukan caretaker dan merekomendasikan penerbitan SK definitif.
“Untuk menyelamatkan olahraga ini, kita sepakat menerima arahan KONI Pusat. Kalau berlarut-larut, bisa sampai ke Badan Arbitrase dan makan waktu berbulan-bulan. Itu bisa mengganggu pembinaan,” jelas Helmi.
Wakil Sekretaris KONI Sulteng, Muhammad Warsita, juga menegaskan tidak ada unsur politisasi dalam dinamika tersebut.
“Kami tegaskan ini murni dinamika organisasi. Tidak ada sedikit pun politisasi. Kami berhati-hati karena ada gugatan, sehingga perlu konsultasi dengan KONI Pusat,” katanya.
Menurutnya, percepatan penerbitan SK penting karena dalam waktu dekat akan digelar Pra CDM dan agenda olahraga lainnya.
“Kalau Kota Palu terlambat, itu bisa mengganggu pembinaan. Karena itu kami segera keluarkan SK agar kepengurusan bisa berjalan normal,” ujarnya.
SK tersebut diterima Ketua Harian KONI Kota Palu, Akram Agus. Ia mengajak seluruh pihak kembali bersatu.
“Mari kita bersama-sama membangun prestasi olahraga di Sulawesi Tengah. Jangan lagi membawa olahraga ke suasana politik,” katanya.
Akram menambahkan, sebagai ibu kota provinsi, Palu menjadi barometer pembinaan olahraga di Sulawesi Tengah. Karena itu, pihaknya segera melakukan konsolidasi terhadap cabang-cabang olahraga agar siap menghadapi agenda ke depan.
“Kerja sama KONI kabupaten/kota dan provinsi tidak akan pernah putus. Insya Allah, dengan kebersamaan, prestasi kita bisa naik ke level lebih tinggi,” pungkasnya.
Editor : Wahono.