RADAR PALU – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar Gambir Trade Talk (GTT) ke-22 dengan tema “Digital Trade in the RCEP Region: Rules, Connectivity and Economic Development”.
Kegiatan yang membahas perkembangan digitalisasi perdagangan dan implikasinya terhadap pembangunan ekonomi, khususnya di kawasan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), tersebut digelar secara hibrida di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
GTT merupakan wadah dialog untuk membahas berbagai isu perdagangan sekaligus menghasilkan masukan yang dapat mendukung perumusan kebijakan perdagangan.
Baca Juga: Dandim Baja Sirait Juara 1 LKJ TMMD ke-129 Kategori Dansatgas Terbaik
Dalam gelaran GTT ke-22, Kemendag menghadirkan Tony Cavoli, Profesor International Economics dari University of Adelaide, sebagai pembicara.
Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Internasional Kemendag, Rifan Adianto, mengatakan RCEP menjadi salah satu kerangka penting dalam mendukung integrasi perdagangan dan merespons perkembangan ekonomi digital.
“Regional Comprehensive Economic Partnership menjadi salah satu kerangka penting dalam mendukung integrasi perdagangan dan merespons perkembangan ekonomi digital. Berbagai inisiatif lainnya, termasuk ASEAN Digital Economy Framework Agreement atau DEFA, juga menunjukkan makin strategisnya isu perdagangan digital dalam agenda ekonomi regional,” ungkap Rifan dalam sambutannya.
Baca Juga: Asuransi Jasindo Perkuat Jaringan Regional di Sumatra, Premi RO Pekanbaru Tumbuh 118,40 Persen
Menurut Rifan, digitalisasi membuka peluang untuk menurunkan biaya transaksi dan informasi, memperluas akses pasar, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat keterlibatan pelaku usaha, termasuk UMKM, dalam rantai nilai regional maupun global.
Namun, pengembangan perdagangan digital tidak cukup hanya didukung kemajuan teknologi. Diperlukan pula kerangka kebijakan dan regulasi yang mampu memfasilitasi perdagangan lintas batas, memberikan kepastian bagi pelaku usaha, sekaligus memastikan manfaat digitalisasi dapat dirasakan secara luas.
“Pengembangan perdagangan digital tidak cukup hanya didukung oleh kemajuan teknologi, diperlukan juga kerangka kebijakan dan regulasi yang mampu memfasilitasi perdagangan lintas batas, memberikan kepastian bagi pelaku usaha, sekaligus memastikan manfaat digitalisasi dapat dirasakan secara luas,” tuturnya.
Baca Juga: Kapolda Sulteng Salurkan 100 Paket Sembako di Petasia
Sementara itu, Tony Cavoli memaparkan perdagangan digital dapat mendukung pembangunan melalui sejumlah aspek. Di antaranya kapabilitas digital yang mencakup konektivitas, keterampilan, dan platform; biaya perdagangan yang lebih rendah; perluasan pasar dan penambahan eksportir; peningkatan pelayanan dan inovasi; serta pertumbuhan produktivitas dan lapangan kerja.
“Studi terbaru membuktikan, perjanjian dagang dengan aturan digital yang tegas mampu meningkatkan transaksi daring antarnegara. Hal ini terjadi karena aturan tersebut membuat hukum jadi lebih jelas dan menekan biaya transaksi,” papar Tony.
Dalam kaitannya dengan RCEP, Tony menjelaskan sejumlah peran RCEP dalam mendukung perdagangan digital. Salah satunya melalui upaya mengurangi hambatan perdagangan digital melalui perdagangan paperless serta autentikasi atau tanda tangan elektronik. Menurut dia, kedua hal tersebut membantu menurunkan biaya dokumentasi, verifikasi, dan kepatuhan.
Baca Juga: Pemkab Morowali MoU BPS, Perkuat Kerja Sama Data Penanggulangan Kemiskinan
“RCEP telah membangun kepercayaan di pasar daring melalui perlindungan konsumen dan perlindungan informasi pribadi, serta kerja sama keamanan siber. RCEP juga menyediakan landasan regulasi bersama untuk transaksi elektronik, termasuk kerangka kerja niaga elektronik domestik dan praktik berkelanjutan untuk tidak mengenakan bea masuk atas transmisi elektronik. Hal ini mengurangi ketidakpastian bagi perusahaan yang beroperasi di berbagai pasar RCEP,” pungkasnya.
Salah satu peserta diskusi, Lutfia, menilai forum tersebut memberikan pemahaman mengenai ekonomi digital dan perannya dalam menurunkan biaya serta hambatan perdagangan.
“Acara ini memberikan wawasan mengenai pengaruh perdagangan digital terhadap pertumbuhan ekonomi. Ke depan, akan menarik jika Gambir Trade Talk mengangkat isu energi dan dampaknya terhadap perdagangan,” ujar Fia.***
Editor : Rina Abd Halik