IndexPolitica: Andi Amran Sulaiman Menteri Terbaik, Diukur dari Kinerja Bukan Popularitas

Talib • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 13:37 WIB
 Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

RADAR PALU - Siapa menteri di Kabinet Merah Putih yang memiliki skor kinerja tertinggi? Jawabannya: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Itu hasil evaluasi Government Performance Assessment yang dirilis lembaga riset politik dan kebijakan publik, IndexPolitica Indonesia pada September 2026 ini.

Berikut ini urutan 5 besar:

1. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman: skor 91.

2. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani: skor 89.

3. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: skor 87.

4. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti: skor 86.

5. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin: skor 85.

Hal penting yang patut digarisbawahi, seperti diungkapkan founder sekaligus peneliti senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, penilaian menitikberatkan pada pencapaian kinerja kementerian yang dapat diukur dan diverifikasi, bukan pada popularitas maupun tingginya eksposur media seorang menteri. 

Baca Juga: Layani 650 Penumpang, Tiga Penerbangan Palu-Jakarta Kembali Beroperasi Usai Terdampak Abu Vulkanik

Evaluasi menggunakan pendekatan Evidence-Based Government Performance Evaluation dengan metode Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA).

Denny Charter mengatakan, kinerja dan popularitas merupakan dua hal yang berbeda.

Menurutnya, seorang menteri dapat memiliki tingkat pemberitaan tinggi, tetapi hal tersebut tidak otomatis menunjukkan kinerja terbaik.

"Yang kami ukur adalah kinerja, bukan popularitas. Menteri yang sering diberitakan belum tentu menteri dengan kinerja terbaik," kata Denny.

IndexPolitica menilai kinerja kementerian melalui enam dimensi dengan total bobot 100 persen, yakni:

Baca Juga: Tunggakan Catering PT SEI Rp645 Juta Belum Terbayar

- Policy Output sebesar 20 persen

- Policy Outcome 25 persen

- Implementation Effectiveness 20 persen

- Public and Economic Impact 15 persen

- Policy Innovation 10 persen

- Intergovernmental Coordination 10 persen.

Aspek policy outcome menjadi bobot terbesar karena mengukur perubahan atau hasil substantif yang muncul sebagai konsekuensi dari kebijakan pemerintah.

Dengan pendekatan tersebut, evaluasi tidak berhenti pada seberapa banyak program dijalankan, tetapi melihat sejauh mana program menghasilkan perubahan yang dapat dibuktikan.

Dalam konteks Kementerian Pertanian (Kementan), IndexPolitica memaparkan sejumlah indikator sektoral yang dapat digunakan untuk melihat kinerja, antara lain produksi pangan, stok, dan produktivitas. 

Indikator tersebut menjadi bagian dari ukuran output dan outcome yang dapat diverifikasi melalui data sektoral.

Baca Juga: PT CPM dan Lanal Palu Renovasi Dermaga Rakyat Vatuvuri, Dukung Aktivitas Nelayan dan Obyek Wisata

Penilaian ini sejalan dengan berbagai capaian sektor pertanian yang dalam dua tahun terakhir diarahkan pada peningkatan produksi, penguatan stok pangan, peningkatan produktivitas, serta percepatan program yang langsung menyentuh petani.

Berbagai kebijakan Kementan dijalankan melalui penguatan irigasi dan pompanisasi, penyediaan benih, mekanisasi pertanian, pupuk, serta percepatan tanam dan peningkatan produktivitas.

IndexPolitica menegaskan bahwa metodologi yang digunakan bertujuan membedakan kementerian dengan banyak aktivitas atau pemberitaan, dengan kementerian yang mampu menghasilkan perubahan kebijakan dan output yang terukur.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi dengan Pemkab Donggala, Dorong Perluasan Perlindungan Pekerja

"Popularitas adalah persepsi. Kinerja adalah delivery. Karena itu, keduanya tidak boleh dicampur dalam satu indikator," kata Denny.

Skor tertinggi yang diraih Mentan Amran menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu bidang yang dinilai memiliki indikator output dan outcome yang relatif jelas, serta dapat diverifikasi melalui data sektoral.***

Editor : Mugni Supardi
IndexPolitica kinerja menteri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Kabinet Merah Putih