RADAR PALU - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merespons usulan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Morowali Utara (Morut).
Kementerian akan melanjutkan verifikasi administrasi dan pengecekan lapangan untuk memastikan persyaratan pembangunan terpenuhi.
Respons itu disampaikan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto saat menerima audiensi Bupati Morut Delis Julkarson Hehi di Gedung Kemendikdasmen, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga: Bupati Delis Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi
Dalam pertemuan tersebut, Delis didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Morut Krispen H. Masu, Kepala Bappelitbangda Morut Geraom Tandi, serta pejabat Pemkab Morut lainnya.
Gogot menerima rombongan bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Eko Susanto dan jajaran kementerian.
Gogot mengapresiasi kesiapan Pemkab Morut yang telah menyiapkan lahan dan dokumen pendukung untuk pembangunan SNT.
Baca Juga: Truk Pengangkut Material PETI Terjun ke Jurang Vavolapo, Sopir Tewas
"Kami mengapresiasi kesiapan Morowali Utara dalam mendukung program Sekolah Nasional Terintegrasi," kata Gogot.
Menurut Gogot, kementerian akan memeriksa kelengkapan administrasi dan melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang diusulkan.
Kementerian juga akan memastikan status lahan memenuhi persyaratan, termasuk memastikan lahan tersebut benar-benar clear and clean.
Baca Juga: Janji Perbaikan Jalan di Mamboro, Perkim : Target Pengaspalan Mulai September
"Jika seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan, usulan ini dapat diproses ke tahap berikutnya," ujarnya.
Terkait usulan tersebut, Pemkab Morut telah menyiapkan dua alternatif lokasi pembangunan SNT.
Salah satu lokasi masih membutuhkan kajian lebih lanjut. Sementara lokasi lainnya dinilai lebih memungkinkan untuk dikembangkan.
Baca Juga: Akses Uempanapa-Salubiro Terbuka, Warga Tak Lagi Pikul Motor
Bupati Delis sebelumnya mengatakan Pemkab Morut berharap pembangunan SNT dapat terealisasi pada tahun depan.
"Kami telah menyiapkan lahan dan berharap pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dapat terealisasi tahun depan," kata Delis.
Usulan itu muncul seiring meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan di Morut yang berkembang sebagai kawasan pertambangan dan hilirisasi nikel.
Baca Juga: Skill Competition Antar Pleton Damkar dan Penyelamatan Daerah Morowali Resmi Dibuka
Pertumbuhan penduduk dan arus migrasi di sekitar kawasan industri turut meningkatkan kebutuhan ruang belajar.
Delis menyampaikan bahwa sejumlah sekolah di kawasan industri telah mengalami kelebihan kapasitas.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah mendorong pembangunan SNT sekaligus peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Baca Juga: Bea Cukai Luwuk Musnahkan Ratusan Ribu Rokok dan Puluhan Liter Miras Ilegal
Sekolah yang diusulkan akan mencakup jenjang SMP dan SMA dengan fasilitas seperti laboratorium, perpustakaan, pusat informasi, sarana olahraga, ruang terbuka, dan pusat pelatihan guru.
Konsep SNT juga diarahkan untuk memperkuat prestasi, teknologi, serta kompetensi siswa.
Selain literasi dan numerasi, siswa nantinya diharapkan mendapat keterampilan bahasa Inggris, bahasa Mandarin, desain grafis, pemrograman, coding, hingga kecerdasan artifisial atau AI. (***)
Editor : Ilham Nusi