Perkuat Sistem Kesiapsiagaan, Astra Agro Aktif dalam Apel Tanggap Darurat Karhutla

Ismail Kamur • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:19 WIB
Apel Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Waringin Barat Tahun 2026. 
Apel Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Waringin Barat Tahun 2026. 

RADARPALU - PT Astra Agro Lestari Tbk, melalui anak usahanya PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP) dan PT Agro Menara Rachmat (AMR) dan PT Surya Indah Nusantara Pagi (SINP) dan PT Persada Bina Nusantara Abadi (PBNA) bersama unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat dalam mewujudkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui Apel Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Waringin Barat Tahun 2026. 

Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan sinergitas dan kolaborasi berbagai unsur dalam menghadapi potensi bencana yang dipengaruhi perubahan iklim.

Baca Juga: Kendala Lahan Hambat Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kota Palu

Perubahan iklim dapat meningkatkan risiko berbagai bencana hidrometeorologi. Curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir dan tanah longsor, sementara curah hujan rendah dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, mengatakan kegiatan tersebut menunjukkan kesiapsiagaan seluruh unsur di Kabupaten Kotawaringin Barat dalam menghadapi berbagai potensi bencana akibat perubahan iklim.

“Kegiatan ini menunjukkan kesiapsiagaan setiap unsur di Kabupaten Waringin Barat dalam menghadapi bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim. Dengan kerja sama yang terjalin baik dari unsur pemerintah, penegak hukum, perusahaan dan masyarakat, menjadikan kita lebih siap dalam menghadapi bencana akibat perubahan iklim. Kita harus yakin kita pasti bisa menghadapinya. Salam tangguh, salam kemanusiaan,” ujar Nurhidayah.

Baca Juga: Lingkungan Kerja Bersih, Bank Sulteng Sabet Juara II Antarperbankan

Perwakilan PT GSIP-AMR, Sulthon Saladin, menyampaikan bahwa sinergitas antarpihak menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan menghadapi bencana.

“Sinergitas ini menjadi harmonisasi setiap unsur dalam menanggulangi bencana yang ada. Kami dari unsur perusahaan perkebunan, yaitu PT GSIP-AMR dan PT SINP-PBNA yang ada di Kotawaringin Barat, telah menjadi bagian dalam kolaborasi menuju Kotawaringin Barat tangguh bencana,” katanya.

Menurut Sulthon, perusahaan juga berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam upaya penanggulangan bencana. Hal tersebut sejalan dengan misi perusahaan untuk menjadi panutan dan berkontribusi terhadap pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Terpusat di Jalan SIS Al Jufri, Pedagang Pernak-pernik Maulid Mulai Ramai

Sementara itu, Perwakilan PT SINP-PBNA, Purwanto, mengatakan perusahaan memiliki personel terlatih yang tergabung dalam Tim Kesiapsiagaan Tanggap Bencana (TKTD).

“kami juga memiliki personel terlatih yang bisa diandalkan dalam penanggulangan bencana. Personel ini tergabung dalam Tim Kesiapsiagaan Tanggap Bencana (TKTD) perusahaan,” ujar Purwanto.

Ia menegaskan, PT SINP-PBNA siap berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadapi dan menanggulangi bencana yang terjadi di wilayah Kotawaringin Barat.

Pelaksanaan apel tersebut diharapkan semakin memperkuat koordinasi, komunikasi, serta kesiapan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan hingga masyarakat.

Baca Juga: Bank Benih Nursery Mandiri IMIP, Menjaga Keanekaragaman Hayati Lokal

Dengan sinergi yang semakin kuat, Kabupaten Kotawaringin Barat diharapkan mampu membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih terintegrasi sehingga semakin tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana hidrometeorologi.***

Editor : Mugni Supardi
PT GSIP PT AMR PT SINP astra agro lestari astra agro