RADAR PALU – Gempa kuat yang mengguncang Laut Flores, Sabtu (15/8) pagi, berdampak pada sistem kelistrikan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gangguan terjadi setelah beberapa gempa susulan menyebabkan sejumlah pembangkit listrik mengalami kendala operasi. PLN pun langsung melakukan pemulihan secara bertahap.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, mengatakan petugas dikerahkan untuk memastikan sistem kelistrikan tetap berjalan dan segera memulihkan pasokan yang terdampak.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Dorong Penguatan Perlindungan Cengkeh Tolitoli
“Gempa susulan yang terjadi beberapa kali berdampak pada sistem kelistrikan, termasuk padamnya PLTMG Maumere dan PLTMG Rangko,” kata Eko dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8).
Pemulihan dilakukan mulai dari sisi pembangkit hingga jaringan transmisi dan gardu induk. PLN menyebut PLTD di wilayah Labuan Bajo telah dinyatakan dalam kondisi aman.
Menurut Eko, keselamatan petugas dan masyarakat menjadi prioritas selama proses pemulihan berlangsung.
Baca Juga: BRIDA Banggai Gandeng Kemenkum Percepat Pendaftaran Kekayaan Intelektual
PLN juga memprioritaskan pasokan listrik ke fasilitas vital, seperti rumah sakit dan posko penanganan bencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi pascagempa.
Berdasarkan informasi BMKG, gempa terjadi sekitar pukul 06.00 WITA dengan pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, NTT, pada kedalaman 10 kilometer. BMKG juga sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami.
PLN mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun BPBD.
Untuk informasi terkait gangguan dan layanan kelistrikan, masyarakat dapat mengakses PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123.***
Editor : Muhammad AwaludinSumber : jawapos.com