RADAR PALU – Kado kemerdekaan tahun ini bakal terasa berbeda bagi warga Dusun Motaulun, Desa Tafuli, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka.
Listrik segera mengalir ke rumah-rumah mereka.
Jaringan Listrik Desa (Lisdes) yang dibangun PLN di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste itu kini memasuki tahap uji kelayakan.
Jika seluruh pengujian memenuhi standar, warga tak perlu lagi menunggu lama untuk menikmati penerangan dari jaringan listrik.
Bagi warga Motaulun, listrik bukan cuma soal lampu yang menyala pada malam hari.
Ada aktivitas anak-anak yang bisa lebih leluasa belajar. Ada pula peluang ekonomi yang terbuka setelah penerangan tersedia secara lebih andal.
Baca Juga: Hebat! Talenta Muda Asal Palu Ini Dipercaya Bela Indonesia di Allianz Junior World Cup 2026
PLN juga berharap kehadiran listrik dapat mendukung layanan kesehatan dan pelayanan publik di wilayah tersebut.
Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kupang Albertus Koko Hendriyanto mengatakan, jaringan harus melalui commissioning test sebelum dialirkan ke rumah warga.
Pengujian dilakukan untuk memastikan infrastruktur memenuhi standar teknis, keselamatan, dan keandalan.
“Momentum menjelang Hari Kemerdekaan RI ini terasa sangat bermakna,” kata Albertus, seperti dilansir ANTARA.
Menurut dia, listrik di Dusun Motaulun diharapkan tidak hanya menerangi rumah warga. Tetapi juga menyalakan peluang ekonomi dan meningkatkan kualitas pendidikan serta kesejahteraan masyarakat.
Warga Sudah Lama Menanti
Baca Juga: Anom Widiyantoro Masuk Tahanan KPK, Sempat Bantah Jual Beli Jabatan
Kepala Desa Tafuli Martha Tafuli menyambut baik selesainya pembangunan jaringan tersebut.
Warga, kata Martha, sudah menyaksikan langsung uji coba jaringan listrik di dusun mereka.
Rasa syukur pun muncul. Sebab, selama ini penerangan menjadi salah satu kebutuhan yang dinantikan masyarakat.
“Anak-anak bisa belajar lebih maksimal, dan warga tidak lagi hidup dalam kegelapan,” ujar Martha.
Ia menyebut hadirnya listrik menjadi kado yang sangat berarti bagi warga menjelang HUT ke-81 RI.
Perbatasan Jadi Perhatian
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono mengatakan program Listrik Desa merupakan bagian dari komitmen PLN memperluas akses energi hingga wilayah terluar.
Termasuk kawasan perbatasan Indonesia.
Bagi PLN, pemerataan listrik menjadi salah satu fondasi untuk mendorong kemajuan masyarakat di daerah terpencil.
“PLN berkomitmen memperluas akses kelistrikan agar seluruh masyarakat NTT dapat menikmati layanan yang andal, merata, dan berkelanjutan,” kata Eko.
PLN menargetkan penyaluran listrik dilakukan setelah seluruh tahapan pengujian dinyatakan memenuhi standar.
Dengan begitu, warga Dusun Motaulun bisa segera menikmati listrik untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Dari rumah-rumah warga hingga kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik.
Menjelang HUT ke-81 RI, nyala listrik itu pun menjadi lebih dari sekadar penerangan.
Ia menjadi tanda bahwa pemerataan energi terus didorong hingga ke wilayah perbatasan.***
Editor : Muhammad AwaludinSumber : Antara