RADAR PALU – Kursi Gubernur Bank Indonesia (BI) kini memasuki fase transisi setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya. Untuk sementara, posisi tersebut diisi Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, tetapi pertanyaan berikutnya sudah mengarah ke satu hal: siapa yang akan menjadi gubernur definitif?
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo. Pemerintah selanjutnya memproses pemberhentian Perry secara administratif sesuai mekanisme dalam Undang-Undang BI.
Destry Damayanti Jadi Pejabat Sementara
Baca Juga: Rakhmat Renaldy Tegaskan Integritas Jadi Fondasi Pelayanan Prima
Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti kini mengambil alih tugas Gubernur BI untuk sementara. Penunjukan itu dilakukan setelah Dewan Gubernur BI menggelar rapat pada Minggu (26/7).
Destry menyebut dirinya menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur BI Sementara sampai gubernur definitif ditetapkan melalui mekanisme yang berlaku.
Posisi tersebut bukan berarti Destry otomatis menjadi pengganti permanen Perry. Ia menjalankan fungsi kepemimpinan bank sentral selama proses pengisian jabatan definitif berlangsung.
Sampai Senin (27/7), belum ada nama yang secara resmi diumumkan pemerintah sebagai calon Gubernur BI pengganti Perry Warjiyo.
Destry memastikan calon gubernur definitif nantinya akan diusulkan Presiden Prabowo Subianto. Setelah itu, calon tersebut harus mendapatkan persetujuan DPR RI.
Mekanisme tersebut mengacu pada ketentuan dalam UU Bank Indonesia. Destry menyebut Pasal 40 mengatur persyaratan anggota Dewan Gubernur BI, sementara Pasal 42 mengatur mekanisme pengusulan dan pengangkatan oleh Presiden dengan persetujuan DPR.
Artinya, nama yang nantinya masuk bursa tidak cukup hanya mendapat kepercayaan Presiden. Kandidat tersebut masih harus melewati proses politik di parlemen.
Perebutan Kursi Bank Sentral Jadi Perhatian
Pengisian jabatan Gubernur BI menjadi perhatian karena posisi tersebut memiliki peran penting dalam kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan nasional.
Baca Juga: Tokoh Non Muslim Berlabuh di PKS, Amir Kusa: Jadi Amunisi Baru untuk Menang
Pergantian pimpinan bank sentral juga berlangsung ketika perhatian terhadap kondisi ekonomi dan nilai tukar rupiah cukup tinggi. Karena itu, sosok yang dipilih Prabowo akan menjadi salah satu keputusan penting pemerintah dalam menentukan arah kebijakan ekonomi ke depan.
Seperti dilansir JawaPos.com, Prabowo telah menerima pengunduran diri Perry dan menyampaikan penghargaan atas pengabdiannya selama sekitar tujuh tahun memimpin Bank Indonesia.
Pemerintah kini menuntaskan proses administratif pemberhentian Perry. Setelah itu, perhatian akan beralih sepenuhnya pada langkah Presiden Prabowo dalam mengusulkan nama baru untuk memimpin bank sentral.
Untuk saat ini, Destry Damayanti menjadi orang yang menjalankan tugas Gubernur BI. Namun, siapa pemilik kursi tersebut secara definitif masih menunggu keputusan Presiden dan proses persetujuan DPR.***
Editor : Muhammad AwaludinSumber : jawapos.com