Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Petani Papua Minta Cetak Sawah Diperluas, Kementan Siapkan Tambahan Lahan di Merauke

Talib • Kamis, 9 Juli 2026 | 15:11 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama jajaran pemerintah mencanangkan pengembangan sawah di Kampung Wanam, Merauke, Papua Selatan. Program ini mendapat dukungan masyarakat untuk diperluas. Foto: Istimewa  
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama jajaran pemerintah mencanangkan pengembangan sawah di Kampung Wanam, Merauke, Papua Selatan. Program ini mendapat dukungan masyarakat untuk diperluas. Foto: Istimewa  

 

RADAR PALU – Program cetak sawah yang dijalankan pemerintah di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mulai menunjukkan hasil yang dirasakan langsung masyarakat. Meningkatnya produksi padi dan pendapatan petani membuat warga Kampung Wanam kini berharap pemerintah memperluas areal persawahan di wilayah mereka.

Aspirasi tersebut disampaikan masyarakat saat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengunjungi Kampung Wanam, Distrik Ilwayab. Melansir rilis Kementerian Pertanian, warga bersama kelompok tani dan pemilik hak ulayat meminta agar program cetak sawah terus dilanjutkan karena dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan perubahan mulai terlihat sejak kawasan pertanian dikembangkan. Menurutnya, hasil panen petani meningkat hingga dua kali lipat, sementara pendapatan mereka disebut naik sekitar tiga kali lipat berkat produktivitas yang lebih baik dan harga gabah yang mendukung. 

Baca Juga: Disdukcapil Palu Ingatkan Warga Rutin Perbarui Data, Penduduk Tembus 404.381 Jiwa

"Ini bukti bahwa ketika negara hadir dan petani diberi kesempatan berusaha, kesejahteraan masyarakat bisa meningkat," kata Amran.

Dalam dialog tersebut, masyarakat mengusulkan penambahan program cetak sawah hingga 10 ribu hektare. Namun, pemerintah menyebut perluasan dalam skala besar belum dapat direalisasikan tahun ini karena menyesuaikan kemampuan anggaran.

Meski demikian, sebagian usulan masyarakat dipastikan segera ditindaklanjuti. Ketua Kelompok Tani Yeloko Kampung Wanam, Arnold Awalik, mengajukan pencetakan sawah di atas lahan hak ulayat seluas sekitar 216 hektare. Menanggapi permintaan itu, Menteri Pertanian menyetujui perluasan menjadi sekitar 250 hektare agar pengembangannya lebih optimal. 

Baca Juga: Sulteng Siapkan Aplikasi Satu Harga, TPID Bisa Deteksi Inflasi Lebih Cepat

Tak hanya membuka lahan baru, pemerintah juga menyiapkan berbagai dukungan berupa traktor, alat panen, drone pertanian, pembangunan irigasi, hingga infrastruktur penunjang lainnya. Seluruh bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat modernisasi pertanian di Papua.

Pemerintah menargetkan Kampung Wanam menjadi salah satu kawasan percontohan pertanian modern. Dengan penerapan mekanisasi dan teknologi budidaya terbaru, produktivitas padi ditargetkan mampu mencapai sekitar 10 ton per hektare.

Pada 2026, Kementerian Pertanian juga mengalokasikan bantuan sekitar Rp1,3 triliun untuk Papua Selatan. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan kawasan pertanian, penyediaan alat dan mesin pertanian, serta pembangunan infrastruktur pendukung.

Keberhasilan pengembangan kawasan pertanian di Merauke kini mulai menarik perhatian daerah lain di Tanah Papua. Pemerintah menerima berbagai usulan pengembangan komoditas sesuai karakter wilayah masing-masing, mulai dari ubi, kopi, kakao, kedelai hingga sagu.

Kementerian Pertanian menegaskan pengembangan sektor pertanian akan disesuaikan dengan potensi lokal setiap daerah. Langkah itu diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Merauke #Cetak Sawah Papua #pertanian papua #Ketahanan pangan #Andi Amran Sulaiman