RADAR PALU – Pemerintah Australia kembali menegaskan komitmennya memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Komitmen tersebut disampaikan Konsul Australia di Makassar, Todd Dias, melalui Sekolah Diplomasi Virtual yang digelar Green Diplomacy Network, belum lama ini.
Dalam paparannya, Todd Dias mengungkapkan Australia saat ini dipercaya sebagai Presiden Negosiasi Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2026 yang akan berlangsung di Turki. Menurutnya, posisi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi internasional, termasuk dengan Indonesia, dalam mempercepat transisi menuju energi bersih.
"Terima kasih kepada Green Diplomacy Network atas kesempatan berbicara di Sekolah Diplomasi Virtual mengenai transisi ke energi terbarukan dan dukungan kami terhadap aksi internasional dalam memerangi perubahan iklim," ujar Todd Dias, dikutip dari akun Instagram resmi Konsulat Australia di Makassar.
Baca Juga: Fun Run Environmental Fest II 2026, Pemprov Sulteng Ajak Warga Kurangi Sampah Plastik
Todd menjelaskan, lebih dari 50 persen pasokan listrik nasional Australia kini telah berasal dari energi terbarukan. Sejak 2022, pemerintah Australia juga telah menyetujui lebih dari 100 proyek energi terbarukan berskala besar sebagai bagian dari upaya mempercepat dekarbonisasi sektor energi.
Menurutnya, Indonesia dan Australia menghadapi tantangan yang hampir serupa dalam proses transisi menuju energi bersih. Karena itu, isu perubahan iklim menjadi salah satu fokus utama dalam hubungan bilateral kedua negara.
"Kami menghadapi banyak tantangan yang sama dengan Indonesia dalam transisi ke energi terbarukan. Itulah sebabnya perubahan iklim menjadi fokus utama kemitraan kami dengan Indonesia," kata Todd.
Baca Juga: Komunitas TAMEME Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Dusun Terpencil Korban Gempa di Sigi
Selain mempererat kerja sama dengan Indonesia, Australia juga terus membangun kolaborasi dengan negara-negara di kawasan Pasifik. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung berbagai inisiatif internasional dalam mendorong target yang lebih ambisius guna mengurangi pemanasan global sekaligus menekan dampak kenaikan permukaan laut.
Todd Dias mengaku optimistis semakin banyak generasi muda yang menunjukkan perhatian terhadap isu lingkungan. Antusiasme peserta dalam Sekolah Diplomasi Virtual menjadi sinyal positif bahwa kolaborasi lintas negara akan semakin kuat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.***
Editor : Muhammad Awaludin