RADAR PALU – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto dijadwalkan meninjau langsung wilayah terdampak gempa bumi di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, besok Jumat (19/6).
Kepastian kunjungan tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Asbudianto, kepada Radar Palu, Jawa Pos Grup, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, Kepala BNPB akan melihat secara langsung kondisi masyarakat dan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Universal Peak dan BAFI Group Indonesia
"Kepala BNPB besoj akan turun ke Palolo untuk melihat kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait penanganan pascabencana," kata Asbudianto.
Kunjungan orang nomor satu di BNPB itu diharapkan dapat mempercepat proses asesmen kerusakan serta penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak.
Saat ini BPBD Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Sigi masih melakukan pendataan lanjutan terhadap rumah warga, fasilitas umum, serta kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah terdampak.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Siapkan Mahasiswa Jadi Mitra Penyuluhan Hukum
Berdasarkan data sementara, dampak gempa tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sigi, dengan kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki.
Ratusan rumah mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat. Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, puskesmas, hingga jaringan air bersih turut terdampak.
Di Kecamatan Palolo, kerusakan tercatat terjadi di lebih dari 20 desa. Desa Uwe Nuni menjadi salah satu wilayah dengan jumlah rumah terdampak terbanyak, mencapai 313 unit rumah milik 313 kepala keluarga.
Sementara di Desa Tongoa, selain puluhan rumah mengalami kerusakan, jembatan alternatif penghubung Tongoa-Kamarora dilaporkan terputus.
Kerusakan juga cukup signifikan terjadi di Kecamatan Nokilalaki. Di Desa Kamarora A dan Kamarora B, ratusan rumah mengalami kerusakan disertai terputusnya jaringan air bersih.
Selain itu, longsor dilaporkan terjadi di kawasan Gunung Kamarora sehingga mengganggu akses dan aktivitas masyarakat.
Baca Juga: Yakesma Sulteng Salurkan Bantuan dan Lakukan Asesmen Awal di Kamarora Pasca Gempa
Asbudianto juga mengonfirmasi adanya satu warga Kecamatan Palolo yang meninggal dunia setelah peristiwa gempa. Korban diduga mengalami trauma pascabencana yang berujung pada kondisi kesehatan menurun hingga meninggal dunia.
Pemerintah daerah saat ini terus mengintensifkan penanganan darurat, termasuk pendataan kerusakan, distribusi bantuan logistik, serta pemulihan infrastruktur yang terdampak.
Warga juga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Sementara itu, pemerintah daerah telah menyiapkan pengamanan dan pendampingan selama kunjungan kerja Kepala BNPB berlangsung.
Agenda rinci kunjungan belum diumumkan, namun Suharyanto dipastikan akan meninjau sejumlah titik yang mengalami dampak paling parah akibat gempa.
Sebagai informasi, Letjen TNI Suharyanto menjabat sebagai Kepala BNPB sejak 17 November 2021. Alumni Akademi Militer tahun 1989 dari kecabangan Infanteri itu sebelumnya menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya sebelum dipercaya memimpin BNPB. ***
Editor : Muhammad Awaludin