Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Petani Papua Barat Daya Bantah Isu Penolakan, Minta Program Cetak Sawah Diperluas

Talib • Minggu, 14 Juni 2026 | 10:51 WIB
Petani Papua Barat Daya menyampaikan dukungan terhadap program cetak sawah pemerintah dalam rapat konsolidasi pembangunan pertanian wilayah Papua Tahun 2026 di Jakarta. FOTO: IST
Petani Papua Barat Daya menyampaikan dukungan terhadap program cetak sawah pemerintah dalam rapat konsolidasi pembangunan pertanian wilayah Papua Tahun 2026 di Jakarta. FOTO: IST

 

RADAR PALU – Di tengah munculnya sejumlah isu terkait penolakan program cetak sawah di Papua, petani di Papua Barat Daya justru menyatakan dukungan penuh terhadap program yang digagas pemerintah tersebut. Mereka bahkan berharap program pembukaan lahan pertanian baru itu dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke wilayah-wilayah lain yang memiliki potensi pertanian.

Dukungan tersebut disampaikan dalam Rapat Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua Tahun 2026 yang digelar bersama Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Jakarta.

Bagi para petani, program cetak sawah tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan nasional. Lebih dari itu, program tersebut dianggap mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat serta menciptakan lapangan pekerjaan di daerah yang selama ini belum memiliki aktivitas pertanian yang optimal. 

Baca Juga: Target Pajak Rp415,7 Miliar, Bapenda Palu Andalkan Pertumbuhan Sektor Jasa

Salah seorang petani asal Papua Barat Daya, Eliyeser Smi, menegaskan bahwa masyarakat di wilayahnya menyambut baik program tersebut. Menurut dia, warga siap terlibat langsung dalam pengelolaan lahan yang telah dibuka pemerintah.

"Masyarakat kami mendukung program ini dan siap mengelola lahan yang dibuka. Kami berharap program cetak sawah bisa terus dilanjutkan dan diperluas ke kampung-kampung lain yang memiliki potensi pertanian," katanya.

Menurut Eliyeser, keterlibatan masyarakat lokal menjadi faktor penting dalam memastikan manfaat program dapat dirasakan secara langsung oleh warga. Semakin luas lahan yang produktif, semakin besar pula peluang peningkatan pendapatan masyarakat. 

Baca Juga: Target Pajak Rp415,7 Miliar, Bapenda Palu Andalkan Pertumbuhan Sektor Jasa

Ia menilai sektor pertanian berpotensi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di Papua Barat Daya. Karena itu, dukungan pemerintah dinilai penting agar pengembangan kawasan pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan.

Selain meminta perluasan program, para petani juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung. Akses jalan menuju kawasan pertanian dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar distribusi hasil panen dapat berjalan lancar.

Menurut mereka, peningkatan produksi pertanian harus dibarengi dengan pembangunan sarana transportasi yang memadai. Tanpa dukungan infrastruktur, hasil panen berisiko mengalami hambatan saat dipasarkan ke berbagai daerah.

Permintaan pembangunan jalan produksi dan fasilitas pendukung lainnya menjadi salah satu aspirasi yang mengemuka dalam forum tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak melaporkan perkembangan program cetak sawah di wilayahnya.

Ia menyebut sebanyak 1.440 hektare lahan telah siap untuk ditanami. Sementara sisa target pengembangan dari tahun sebelumnya serta tambahan lahan baru akan dilanjutkan sepanjang tahun 2026. 

Baca Juga: MinyaKita Langka Hampir Sebulan, Harga Tembus Rp22 Ribu per Liter

Selain pengembangan sawah, Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan juga mengusulkan dukungan pengembangan komoditas unggulan daerah seperti kelapa, kakao, ubi jalar, dan sagu.

Komoditas tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

Mentan Pastikan Dukungan Berlanjut

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan pemerintah akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pertanian di Papua.

Amran meminta seluruh bantuan dan program yang telah dialokasikan segera direalisasikan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih cepat oleh para petani.

Ia juga membuka peluang penambahan program apabila progres pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai target atau bahkan lebih cepat dari rencana yang telah ditetapkan.

Dukungan yang terus mengalir dari petani menunjukkan bahwa program cetak sawah masih mendapat sambutan positif di sejumlah wilayah Papua Barat Daya. Bagi masyarakat setempat, keberhasilan program ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi pangan, tetapi juga menjadi harapan baru untuk memperkuat ekonomi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Papua Barat Daya #Cetak Sawah Papua #Petani Sorong #amran sulaiman #Ketahanan pangan