RADAR PALU - Perdebatan mengenai program pengembangan lahan pertanian di Merauke kembali mencuat dalam beberapa waktu terakhir. Di tengah berbagai narasi yang berkembang, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa agenda utama pemerintah di wilayah tersebut adalah memperkuat ketahanan pangan nasional, bukan seperti isu yang ramai diperbincangkan.
Menurut Amran, perhatian publik seharusnya tidak hanya tertuju pada satu isu yang berkembang di Merauke, tetapi juga melihat capaian program pertanian yang sedang dijalankan pemerintah di berbagai daerah di Indonesia.
Merauke Bagian dari Strategi Besar Pangan Nasional
Saat memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Negeri Makassar, Rabu (4/6/2026), Amran menjelaskan bahwa pengembangan lahan pertanian di Merauke merupakan bagian dari program nasional untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut pemerintah tidak hanya membuka lahan pertanian, tetapi juga menyiapkan berbagai sarana pendukung seperti jaringan irigasi, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga bantuan traktor bagi petani.
Menurutnya, seluruh program tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat setempat dan memperkuat ketersediaan pangan dalam negeri.
Baca Juga: Bangunan Rusak Pascagempa Masih Berdiri di SMPN 18 Palu, DPRD Desak Pemerintah Segera Bertindak
“Yang kami lakukan di Merauke untuk rakyat. Kami membangun optimalisasi lahan, menyediakan irigasi, menyerahkan alat dan mesin pertanian, serta meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat,” kata Amran.
Dampak yang Diklaim Sudah Dirasakan Masyarakat
Amran menilai manfaat program pertanian di Papua mulai terlihat dari membaiknya pasokan pangan yang berdampak pada harga beras di wilayah tersebut.
Ia menyebut harga beras yang sebelumnya pernah menyentuh sekitar Rp30 ribu per kilogram kini berada di kisaran Rp13 ribu per kilogram. Kondisi itu, menurutnya, menjadi salah satu indikator meningkatnya ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Bagi pemerintah, stabilitas harga pangan menjadi bagian penting dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap pasokan dari luar wilayah.
Isu Merauke Dinilai Menutupi Program di Daerah Lain
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Poso: N-Max Tabrak Honda Beat yang Keluar dari Lorong, Satu Penumpang Tewas
Melansir pernyataan yang disampaikan dalam kuliah umum tersebut, Amran mempertanyakan mengapa perhatian publik lebih banyak tertuju pada polemik yang berkembang di Merauke, sementara program serupa juga berlangsung di sejumlah daerah lain.
Ia mencontohkan pengembangan lahan pertanian di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Aceh hingga Sulawesi Selatan yang disebut telah menghasilkan peningkatan produktivitas pertanian.
Menurut Amran, optimalisasi lahan rawa dan lahan tidur dilakukan di sedikitnya 14 provinsi sebagai bagian dari strategi memperkuat produksi pangan nasional.
Swasembada Pangan Jadi Prioritas
Dalam kesempatan terpisah di hadapan mahasiswa Universitas Hasanuddin, Amran juga menyinggung berbagai kritik yang muncul terhadap program pangan nasional. Ia menduga muncul pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia mencapai swasembada pangan.
Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor, terutama di tengah ketidakpastian pasokan pangan global.
Amran mengingatkan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar persoalan sektor pertanian, melainkan menyangkut stabilitas ekonomi dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan lahan produktif, pembangunan infrastruktur pertanian, serta peningkatan kapasitas petani di berbagai daerah.
“Yang kami bangun adalah masa depan pangan Indonesia. Lahan-lahan tidur kami hidupkan kembali, rawa kami optimalkan menjadi sawah produktif, dan hasilnya kami serahkan kepada petani,” ujarnya.
Di tengah polemik yang berkembang, pemerintah menegaskan bahwa fokus utama program di Merauke tetap pada peningkatan produksi pangan dan upaya mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.***
Editor : Muhammad Awaludin