RADAR PALU - Kabar wafatnya Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada Minggu (31/5/2026) membawa duka bagi dunia militer dan pemerintahan Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan itu mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, setelah puluhan tahun mengabdikan hidupnya untuk pertahanan negara.
Kepergian Ryamizard bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan rekan-rekannya, tetapi juga menjadi momen untuk mengenang perjalanan panjang seorang prajurit yang pernah berada di lingkaran pengambil keputusan strategis nasional.
Sosok Militer yang Tumbuh dari Karier Lapangan
Ryamizard Ryacudu dikenal sebagai salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang meniti karier secara bertahap hingga mencapai posisi puncak. Lahir dari lingkungan yang dekat dengan dunia militer, ia mengawali pengabdiannya melalui pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).
Baca Juga: 10.000 Paket Makanan untuk Sesama, Palu Perlihatkan Harmoni Lintas Agama dalam Aksi Nyata
Seiring berjalannya waktu, berbagai pendidikan militer lanjutan ditempuh untuk memperkuat kapasitas kepemimpinannya. Di antaranya Sekolah Khusus Calon Perwira pada 1985–1986 serta Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 1991.
Bekal pengalaman lapangan dan pendidikan tersebut menjadi fondasi yang mengantarkannya menduduki sejumlah jabatan penting di tubuh TNI.
Menjadi KSAD dan Tokoh Berpengaruh di TNI
Karier Ryamizard mencapai salah satu titik tertinggi ketika dipercaya menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam struktur pertahanan Indonesia.
Baca Juga: Muhammad Safri Bongkar Mekanisme Pokir: DPRD Hanya Mengusulkan, Eksekusi di Tangan Pemda
Dalam berbagai kesempatan, Ryamizard dikenal memiliki pandangan tegas terkait isu keamanan nasional, kedaulatan negara, dan peran TNI dalam menjaga stabilitas Indonesia. Pemikirannya kerap menjadi bagian dari diskusi strategis di lingkungan militer maupun pemerintahan.
Tak heran, namanya sempat masuk dalam bursa calon Panglima TNI pada akhir masa pemerintahan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.
Pernah Diusulkan Menjadi Panglima TNI
Nama Ryamizard sempat menjadi perhatian publik ketika diusulkan untuk menduduki jabatan Panglima TNI. Namun, pergantian kepemimpinan nasional dari era Megawati menuju pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono membawa perubahan dalam proses tersebut.
Pada akhirnya, posisi Panglima TNI diberikan kepada Djoko Suyanto pada 2006. Meski tidak menduduki jabatan tertinggi di tubuh TNI, Ryamizard tetap menjadi salah satu tokoh militer yang memiliki pengaruh besar dalam kebijakan pertahanan nasional.
Dipercaya Memimpin Kementerian Pertahanan
Babak baru pengabdiannya dimulai ketika Presiden Joko Widodo menunjuk Ryamizard sebagai Menteri Pertahanan pada periode 2014–2019. Penunjukan tersebut menandai peralihan perannya dari lingkungan militer aktif ke ranah pemerintahan.
Selama menjabat, Ryamizard terlibat dalam berbagai kebijakan strategis yang berkaitan dengan pertahanan negara. Pengalamannya selama puluhan tahun di dunia militer menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai pembantu presiden di bidang pertahanan.
Posisi tersebut sekaligus mengukuhkan namanya sebagai salah satu tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan pertahanan Indonesia pada era modern.
Kabar Duka dari RSPAD Gatot Soebroto
Kabar meninggalnya Ryamizard Ryacudu dikonfirmasi oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Kolonel (Arm) Rico Ricardo Sirait.
Menurut informasi yang diterima Kementerian Pertahanan, Ryamizard wafat pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 14.03 WIB di ruang Cardiac Intensive Care Unit (CICU) RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Informasi tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan panjang seorang prajurit yang selama hidupnya banyak terlibat dalam berbagai fase penting perkembangan pertahanan Indonesia.
Warisan Pengabdian untuk Bangsa
Di luar kiprah militernya, Ryamizard juga dikenal sebagai menantu almarhum Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno. Hubungan tersebut semakin memperkuat posisinya sebagai bagian dari keluarga besar yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa.
Melansir laporan JawaPos.com, kepergian Ryamizard meninggalkan jejak pengabdian yang tidak singkat. Dari seorang taruna, perwira lapangan, KSAD, hingga Menteri Pertahanan, seluruh perjalanan kariernya menjadi bagian dari sejarah pertahanan Indonesia.
Kini, nama Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu akan dikenang sebagai salah satu tokoh yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara.***
Editor : Muhammad Awaludin