RADAR PALU – Save the Children Indonesia meluncurkan dua program strategis, yakni ELEVATE dan CORE, di Kabupaten Luwu Timur, Kamis (21/5). Kedua program itu dirancang untuk menekan kemiskinan struktural, memperkuat perlindungan perempuan dan anak, serta meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan.
Peluncuran program berlangsung di Aula Bapperida Luwu Timur dan dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah, sektor swasta, hingga organisasi masyarakat sipil.
Program tersebut menyasar wilayah Tana Luwu yang dinilai masih menghadapi persoalan ketimpangan gender, rendahnya akses ekonomi perempuan, serta kerentanan petani kakao terhadap kemiskinan.
Kabid PPM Bapperida Luwu Timur, A. Yuniati, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Menurut dia, pemerintah daerah mendukung penuh integrasi program agar manfaatnya berkelanjutan.
“Program ELEVATE dan CORE menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketimpangan gender dan kemiskinan di Luwu Timur. Perempuan desa harus memiliki kemandirian ekonomi, sementara anak-anak wajib tumbuh di lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan,” ujar Yuniati.
Program ELEVATE yang didukung Uni Eropa akan berjalan hingga 2029 di 20 desa di wilayah Luwu Raya. Program ini fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan sekaligus penguatan penanganan kasus kekerasan berbasis gender.
Baca Juga: PNM Mengajar Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK, Fokus pada Dunia Kerja Modern
Sebanyak 300 perempuan ditargetkan mengikuti pelatihan ekonomi dan 60 peserta akan mendapatkan pendampingan inkubasi bisnis.
Sementara itu, Program CORE yang mendapat dukungan Mars Impact Fund difokuskan pada penguatan ketahanan komunitas petani kakao melalui kelompok simpan pinjam desa, literasi keuangan, dan praktik pertanian cerdas iklim.
Senior Manager Agriculture Portofolio Lead Save the Children Indonesia, Ihawana Mustafa, menegaskan pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Ketika perempuan memiliki akses ekonomi dan terlibat dalam pengambilan keputusan, maka lingkungan yang aman bagi anak-anak akan tercipta dengan sendirinya,” katanya.
Editor : Wahono.