Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Produksi Padi Nasional Stabil, BPS Catat Kenaikan di Semester I 2026

Talib • Senin, 4 Mei 2026 | 15:12 WIB
Aktivitas panen padi, produksi beras nasional Semester I 2026 tercatat meningkat.
Aktivitas panen padi, produksi beras nasional Semester I 2026 tercatat meningkat.

 

RADAR PALU– Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja produksi padi dan beras nasional pada Semester I 2026 relatif stabil dengan kecenderungan meningkat. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan total produksi beras periode Januari–Juni 2026 diperkirakan mencapai 19,31 juta ton. 

Angka tersebut naik tipis sebesar 0,05 juta ton atau 0,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 19,26 juta ton. 

Baca Juga: Belum Ada Pengganti, Jabatan Kapolda Sulteng Kini Diambil Alih Kapolri

“Produksi beras Semester I 2026 menunjukkan tren stabil dengan kecenderungan meningkat,” ujar Ateng, Senin (4/5/2026). 

Secara bulanan, produksi beras pada Maret 2026 diperkirakan mencapai 5,04 juta ton. Sementara potensi produksi pada April hingga Juni 2026 diproyeksikan sebesar 9,61 juta ton. 

Tidak hanya beras, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) juga mengalami kenaikan. 

Baca Juga: Bus Trans Palu Kini Bisa Dilacak Real Time, Aplikasi Mitra Darat Aktif Lagi

BPS mencatat total produksi Januari–Juni 2026 mencapai 33,52 juta ton GKG, meningkat 0,09 juta ton atau 0,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Produksi padi pada Maret 2026 diperkirakan sebesar 8,75 juta ton GKG. Sementara potensi produksi April–Juni 2026 mencapai 16,68 juta ton GKG berdasarkan hasil Survei KSA Maret 2026. 

Untuk Gabah Kering Panen (GKP), total produksi Semester I 2026 diperkirakan sebesar 40,08 juta ton, atau naik 0,14 juta ton (0,35 persen) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Produksi GKP pada Maret 2026 tercatat 10,48 juta ton, dengan potensi April–Juni mencapai 19,93 juta ton. 

Dari sisi luas panen, BPS juga mencatat peningkatan meski tipis. 

Total luas panen padi pada Januari–Juni 2026 diperkirakan mencapai 6,27 juta hektare, naik 0,01 juta hektare atau 0,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Realisasi luas panen pada Maret 2026 sebesar 1,61 juta hektare, dengan potensi April–Juni mencapai 3,16 juta hektare. 

Baca Juga: Kajati Sulteng Zullikar Tanjung Tiba di Palu, Disambut Resmi Gubernur dan Forkopimda

Meski tren produksi relatif positif, BPS mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap faktor eksternal, terutama cuaca dan ketersediaan air. 

Produksi saat ini masih ditopang oleh fase panen pada triwulan kedua, yang menjadi periode puncak produksi nasional. 

“Ke depan tetap perlu diwaspadai faktor cuaca dan kondisi sumber daya air,” tegas Ateng. 

Data BPS menunjukkan produksi beras nasional masih terjaga dengan tren meningkat, meski kenaikannya relatif tipis. 

Stabilitas ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan nasional, namun tetap memerlukan perhatian terhadap risiko iklim dan keberlanjutan produksi.***

Editor : Muhammad Awaludin
#produksi beras 2026 #Produksi Padi #Ketahanan pangan #BPS #luas panen padi