Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Tiga Anak Harimau Benggala Lahir di Prigen, Ada Satu yang Langka Berbulu Putih

Muhammad Awaludin • Jumat, 1 Mei 2026 | 21:04 WIB
Salah satu anak harimau benggala lahir di Taman Safari Prigen, termasuk satu yang berwarna putih langka hasil konservasi genetik.(Kementerian kehutanan)
Salah satu anak harimau benggala lahir di Taman Safari Prigen, termasuk satu yang berwarna putih langka hasil konservasi genetik.(Kementerian kehutanan)

 

RADAR PALU - Kabar langka datang dari dunia konservasi Indonesia. Tiga anak harimau benggala lahir di awal Maret 2026 di kawasan Taman Safari Indonesia II Prigen, Jawa Timur. Yang membuat peristiwa ini istimewa, salah satunya lahir dengan warna putih yang sangat jarang muncul di alam. 

Kelahiran ini terjadi dari pasangan indukan Anja dan Rinjani. Dua anak harimau lahir lebih dulu pada 1 Maret 2026, disusul satu anak harimau benggala putih pada 3 Maret 2026. 

Fenomena ini langsung menjadi perhatian Kementerian Kehutanan karena menyangkut kualitas genetik satwa liar yang dikelola secara konservasi ex-situ. 

Baca Juga: Pacu Produksi Nasional, Kementan Tanam Padi Serempak di 25 Provinsi

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Satyawan Pudyatmoko menyebut, kelahiran ini bukan sekadar penambahan populasi, tetapi juga indikator kesehatan genetik. 

“Keberhasilan ini menunjukkan konservasi bukan hanya soal jumlah, tapi kualitas genetik,” ujarnya. 

Ia menegaskan, harimau benggala putih merupakan hasil gen resesif yang sangat jarang muncul. Kehadirannya menjadi sinyal bahwa pengelolaan populasi di lembaga konservasi berjalan baik. 

Baca Juga: Avanza Ringsek Dihantam KA Argo Bromo di Grobogan, Dua Balita Jadi Korban

Di lapangan, seluruh anak harimau dan induk dilaporkan dalam kondisi stabil. Mereka berada di bawah pengawasan ketat tim medis dan keeper satwa. 

Namun di balik kabar menggembirakan ini, tantangan konservasi tetap besar. Populasi harimau secara global masih rentan, terutama akibat penyusutan habitat dan konflik dengan manusia. 

Kementerian Kehutanan menilai keberhasilan ini tidak lepas dari kerja kolaboratif lembaga konservasi, tenaga ahli, hingga dukungan publik yang semakin peduli pada isu satwa liar. 

Satyawan menambahkan, konservasi saat ini tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan genetik satwa. 

“Konservasi adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya. 

Indonesia sendiri terus memperkuat strategi konservasi melalui dua pendekatan: in-situ di habitat alami, dan ex-situ di lembaga konservasi seperti kebun binatang dan taman safari. 

Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan spesies yang semakin tertekan di alam liar. 

Kelahiran tiga anak harimau benggala ini pun menjadi pengingat bahwa upaya konservasi masih memberikan harapan. Di tengah tekanan lingkungan yang terus meningkat, keberhasilan reproduksi satwa langka menjadi “titik terang” bagi masa depan keanekaragaman hayati.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Kementerian Kehutanan #Harimau Benggala #Taman Safari Prigen #Keanekaragaman Hayati #konservasi satwa